Logo kotaperwira.com

Pemkab Purbalingga Kunjungan Kerja ke Kabupaten Malang

Ngangsu Kawruh Terkait Adipura

Malang – Keberhasilan pemerintah kabupaten Malang dalam meraih Adipura yang ke empat kalinya, membuat Kabupaten Malang beberapa kali menjadi tujuan kunjungan dari daerah yang ingin ngangsu kaweruh. Salah satunya rombongan tamu yang datang dari Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Rombongan tamu yang dipimpin langsung oleh Kodadiyanto, SH, MM, Asisten Administrasi Pemerintahan Kabupaten Purbalingga datang dengan armada yang cukup besar, hampir semua kepala SKPD turut serta dalam kunjungan ini.

Rombongan yang diterima oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Malang, dr. Mochamad Fauzi diruang Rapat Anusapati, Sabtu (11/12) tak hanya tertarik dengan keberhasilan Pemkab Malang dalam meraih dan mempertahankan piala Adipura, menurut Kodadiyanto, pihaknya tak hanya ingin ngangsu kawaruh terkait Adipura, namun ada beberapa hal lain yang juga ingin dipelajari, “Malang sudah empat kali meraih piala Adipura artinya Kabupaten Malang sudah diakui menjadi tempat yang rindang dan teduh, bila dibandingkan dengan Purbalingga kita baru tiga kali dan sedang menunju yang ke empat. Dari informasi yang ada ternyata Kabupaten Malang memiliki nilai plus-plus. Salah satunya pengelolaan TPA. Hal lain yang menjadi fokus kunjungan adalah masalah penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DHBCT) dan pengelolaan obyek wisata.”

Menanggapi beberapa pertanyaan terkait Adipura dan juga pengelolaan sampah di TPA Talangagung Kepanjen, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, Dra. Cholis Bidayati, MM menegaskan bahwa dalam upaya persiapan Adipura memang dikoodinasi oleh BLH namun ini semua adalah hasil kerja semua pihak, temasuk pelaku usaha dan juga masyarakat. Ada beberapa titik yang menjadi titik pantau penilaian Adipura, “Sekretariat sebagai titik pantau perkantoran termasuk sekretariat dewan, untuk sungai ada tiga titik pantau yang menjadi penilaian yaitu Sungai Molek, Sungai Sukun, dan Sungai Metro, untuk sekolah tidak ada patokan khusus sekolah mana yang menjadi titik pantau. Namun semua sekolah kita lombakan untuk mengikuti penilaian lingkungan dalam rangka menyongsoung Adipura, dan juga titik pantau jalan. Untuk jalan memang ada peningkatan yaitu Jalan Lingkar Barat atau Jalibar, namun untuk saat ini masih belum masuk titik pantau.”

Terkait dengan penggunaan DBHCHT di Kabupaten Malang, dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan, disebutkan bahwa peruntukan dana DBHCHT antara lain digunakan untuk kegiatan:

  1. Peningkatan kualitas bahan baku, yang meliputi kegiatan penyuluhan dan pendampingan petani tembakau, bantuan sarana produksi pasca panen dan pembangunan laboratorium uji kadar gula tembakau
  2. Pembinaan industri hasil tembakau, yang meliputi kegiatan, bimbingan, penyuluhan dan pelatihan bagi industri rokok dan bantuan mesin dan alat produksi bagi industri rokok
  3. Pembinaan lingkungan sosial berupa pembinaan kemampuan dan ketrampilan kerja masyarakat di sekitar industri rokok, pengadaan area merokok di gedung / kantor, pembangunan saluran drainase dan jalan lingkungan permukiman, serta pembangunan balai pengobatan (klinik penderita dampak rokok)
  4. Sosialisasi ketentuan perundangan di bidang cukai; dan yang terakhir adalah pemberantasan barang kena cukai ilegal, melalui pengumpulan informasi hasil tembakau yang dilekati pita cukai palsu dan yang tidak dilekati pita cukai di peredaran atau tempat penjualan eceran.

“Adapun SKPD Kabupaten Malang yang melaksanakan kegiatan penggunaan DBHCHT sebanyak 11 SKPD yaitu : Dinas Pertanian dan Perkebunan; Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar; Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi; Dinas Koperasi dan UMKM; Dinas Kesehatan; Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang; Badan Lingkungan Hidup; Satpol PP dan Perlindungan Masyarakat; Bagian Humas Setda; Bagian Perekonomian Setda dan RSUD Kanjuruhan Kepanjen).”

Usai berdialog dengan SKPD terkait, rombongan tamu yang juga datang bersama sejumlah wartawan dari Purbalingga ini kemudian melanjutkan kunjungan lapangan ke TPA Talangagung Kepanjen.

Tags:
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42