Logo kotaperwira.com

Pemkab Purbalingga Akan Pugar 717 Rumah Tak Layak Huni

Kota – Sebanyak 717 rumah dari 2.700 rumah tidak layak huni tahun ini akan dipugar oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah dengan anggaran sebesar Rp 1.8 miliar. Pemugaran rumah reot melaluiProgram Stimulan Perbaikan Rumah Keluarga Miskin (PSPR Gakin).

Perbaikan satu rumah yang dianggarkan melalui dana APBD masing-masing sebesar Rp 2.5 juta. Sementara sisanya sebanyak 1983 rumah tak layak huni akan dibangun melalui APBD tahun berikutnya.

Kepala Bappeda PurbalinggaIr. Setiyadi mengakui, setiap tahun anggaran Pemkab mengalokasikan dana untuk program PSPR Gakin. Pada 2003, di Purbalingga ditemukan sebanyak 14.340 unit tidak layak huni. Melalui program yang sama sampai akhir 2010 sebanyak rumah reot 11.640 sudah direhab sehingga yang tersisa masih 2.700 unit. “Tahun ini akan dilakukan renovasi untuk 717 rumah. Artinya masih tersisa 1983 rumah lagi. Sisa rumah itu akan direnovasi pada tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Dijelaskan, sasaran program PSPR Gakin menurut Setiyadi adalah para keluarga miskin yang tidak punya rumah layak. Sementara untuk penentuannya berdasarkan musyawarah desa.

Setiap desa dan kelurahan diwajibkan berkontribusi melalui swadaya masyarakat. Wujudnya berupa tenaga kerja, material, uang tunai, konsumsi, dan lainnya. Swadaya bahan bangunan, uang tunai dan konsumsi diutamakan berasal dari masyarakat mampu di sekitar penerima program.

Implementasi kebijakan dasar PSPR Gakin berupa hibah dana stimulan dari pemkab kepada keluarga miskin yang diserahkan dalam bentuk kegiatan pemugaran rumah. Dengan dana stimulan itu, warga yang bersangkutan dipacu agar mengalokasikan dana swadaya untuk memperbaiki rumahnya yang tidak layak huni menjadi hunian sehat.

“PSPR Gakin merupakan upaya mempercepat penanggulangan kemiskinan melalui peningkatan swadaya, prakarsa dan partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, PSPR Gakin dimulai pada 2003 lalu. Bupati Purbalingga saat itu, Drs Triyono Budi Sasongko terinspirasi oleh kasus napi Sumanto pemakan jenazah manusia yang menghuni kandang kambing.

Sumber : Pikiran Rakyat

Tags: , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42