Logo kotaperwira.com

Pemerintah Diminta Bertanggung Jawab

Tenaga Honorer Mengeluh

PURBALINGGA – Anggota Komisi II DPR RI Ganjar Pranowo menegaskan, pemerintah diminta bertanggung jawab atas begitu banyak tenaga honorer yang tereliminasi pada mekanisme perekrutan pegawai negeri sipil (PNS).

“Pemerintah Pusat harus bertanggung jawab. Ini sudah terkatung-katung lama sekali,” kata Ganjar, setelah menerima aspirasi Paguyuban Tenaga Honorer Teranulir, di Hotel Kencana Purbalingga, Senin (5/11).

Menurut wakil rakyat dari dapil 7 tersebut, tenaga honorer yang semula dinyatakan lolos namun dianulir, merupakan bentuk penerimaan CPNC yang sangat lucu. “Ini dari awal nggak cermat,” kata dia.

Karena itu, melalui Komisi II, Ganjar terus menekan pemerintah untuk merehabilitasi status ratusan tenaga honorer tersebut. “Pendataan pada akhir tahun harus selesai,” jelasnya.

Tidak Merepotkan

Dia menambahkan, pendataan tenaga honorer teranulir tersebut sejatinya tidak merepotkan, karena sudah tampak jelas pada pengumuman penerimaan pada 2007. Karena itu, pemerintah seharusnya tak sulit mendata.

Setelah pendataan rampung, sambung politikus PDIP itu, akan ada verifikasi dan seleksi yang digelar secara khusus bagi tenaga honorer.

Dengan metode seleki yang khusus pula, tentu. Proses itu ditarget April 2013.

“Dari dulu itu sebenarnya semua oke. Problemnya itu di eksekusi keputusan. Sampai sekarang jadinya cuma janji-janji terus,” kata Ganjar Pranowo kepada wartawan.

Salah satu pengurus Paguyuban Tenaga Honorer Teranulir, Marwan, mengatakan, pihaknya akan menggandeng Pemerintah Provinsi Jateng untuk bertemu dengan Pemerintah Pusat. Dia berharap, Ganjar tetap bisa mengawal pertemuan itu.

Dalam pertemuan di Aula Hotel Kencana Purbalingga itu, ratusan tenaga honorer teranulir menyampaikan aspirasi terkait status mereka. Mereka datang dari sejumlah kabupaten di Jawa Tengah.

Saat beraudiensi, mereka berharap pemerintah segera mewujudkan harapan untuk diangkat sebagai PNS. Apalagi dulu mereka sudah dinyatakan lolos dalam seleksi.

Tags: ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42