Logo kotaperwira.com

Pembayaran Raskin Nunggak, Distribusi Distop

Kena Sanksi Harus Bayar di Muka

PURBALINGGA – Pusing. Setidaknya itulah gambaran yang ada di Tim program beras untuk masyarakat miskin (Raskin) tingkat desa. Pasalnya, mereka yang masih menunggak pembayaran Raskin harus menanggung akibatnya. Sanksinya tak ringan, selain wajib melunasi uang raskin di bulan tunggakan, mereka juga harus membayar di muka uang untuk raskin bulan berikutnya.

Kabag Perekonomian Setda Purbalingga, Mukodam, Kamis (12/7), mengatakan, di Purbalingga masih ada desa yang langganan nunggak raskin maupun yang membayar mepet waktu. “Jika mereka tak bisa menunaikan kewajiban setor tunggakan, maka distribusi beras itu pada bulan berikutnya dihentikan. Misal, nunggak Juni, maka penyaluran Juli akan distop sampai ada pelunasan dan pembayaran raskin periode selanjutnya,” terangnya.

Ia mengakui masih ada sejumlah desa yang menunggak pembayaran raskin. Kondisi ini tak boleh dibiarkan menjadi kebiasaan. Harus ada perubahan. Tugas pemkab bersama tim monev yang membina dan membuat mereka menyadari kesalahannya. “Sanksi memang hanya itu saja. Biasanya akan diselesaikan di tingkat desa. Banyak juga yang masih mepet membayarnya. Padahal penyaluran akan segera dilakukan,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk Juli ini, penyaluran raskin berlangsung dua kali, yaitu mulai minggu kedua dan keempat. Kepada sejumlah desa yang masih ada tanggungan diminta segera melunasi. Karena dampaknya langsung kepada masyarakat penerima.

Seperti diketahui, tahun 2012 ini, di Kabupaten Purbalingga terdapat 96.497 rumah tangga sasaran (RTS) Raskin, dengan alokasi beras hingga 1.447.455 kilogram. Purbalingga juga memiliki desa percontohan, yaitu Palumbungan Wetan yang selalu tepat waktu. Bahkan Purbalingga juga tetap dikenal dengan desa terbaik pelunasan raskin.

Sementara itu, untuk desa yang tercatat setiap periode langganan nunggak Raskin antara lain desa Wirasaba (Bukateja), Kembangan (Bukateja), Kramat dan Tunjungmuli (Karangmoncol), Bumisari dan Pekalongan (Bojongsari), serta Gunungwuled. Sementara di kecamatan kota juga ada, namun sedikit jumlahnya.

“Kami meminta setelah dinilai belum lama ini oleh tim monev provinsi, para pengelola raskin di wilayah bisa lebih mempertanggungjawabkan pekerjaannya. Jika semua mendukung dan berjalan normal, maka penyaluran raskin akan semakin mudah dan lancar,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 11 desa/ kelurahan tercatat masih menunggak pembayaran program beras untuk masyarakat miskin (Raskin). Jumlahnya cukup mencengangkan, yaitu Rp 59 juta lebih. Angka itu terhitung dari hasil monitoring tim monev kabupaten dan provinsi Jateng, per 9 Juli ini. (amr/dis). Sumber: Radar Banyumas.

Tags: , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42