Logo kotaperwira.com

Pembangunan Sumur Bor Desa Penolih Kaligondang Manggulangi Krisis Air

Purbalingga – Warga Desa Penolih Kecamatan Kaligondang dalam waktu dekat ini bakal tak lagi kesulitan air bersih. Pasalnya, desa itu mendapat bantuan pembangunan sumur bor dari pemerintah.

Menurut pemimpin lapangan pemboran air dari Badan Geologi Pusat Sumber Daya Air Tanah Bandung, Zaenal Mashudi, pengeboran tanah sudah dilaksanakan sejak tiga hari lalu. Adapun tingkat kedalaman pemboran tanah dilakukan sampai menemukan lapisan pembawa air.

“Kami belum bisa memastikan sampai berapa meter kedalamannya, tapi pemboran akan dihentikan bila sudah menemukan lapisan pembawa air,” katanya Senin (18/7).

Dia menambahkan, berdasarkan survei lokasi beberapa waktu lalu Penolih memiliki potensi air, meski belum bisa diketahui berapa besaran debit yang akan dihasilkan. “Kalau pembangunan sumur bor sudah selesai baru bisa diketahui debit airnya. Untuk mengetahui debit air, kami ada timnya sendiri,” jelasnya.

Kendati demikian, pembuatan sumur bor diharapkan mampu menanggulangi krisis air bersih setiap kali menghadapi kemarau panjang. “Kami harap setelah pembangunan sumur bor selesai, seluruh warga bisa menikmati air bersih,” imbuh Zaenal.

Air Menyusut

Krisis air bersih memang menjadi langganan Desa Penolih. Setiap kali terjadi kemarau panjang, warga terpaksa harus mencari air bersih ke sumber mata air yang berada di dekat sungai dan ke desa lain. Pada kemarau tahun ini, debit air sumur warga juga mulai menyusut.

“Sekarang warga juga mulai kesulitan air bersih. Kedalaman sumur sudah sampai 15 meter dan sudah sulit diambil airnya,” kata salah seorang warga desa setempat, Johan (42).

Dia menambahkan, biasanya saat menghadapi kemarau berkepanjangan warga mendapatkan bantuan air bersih dari pemkab. Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, terdapat 70 desa di 11 kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan pada kemarau tahun ini.

Sebelas kecamatan itu meluputi, Kecamatan Kejobong, Bojongsari, Bobotsari, Bukateja, Kaligondang, Karanganyar, Pengadegan, Karangreja, Kemangkon, Karangmoncol dan Kertanegara.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, Muhsoni mengatakan, sebagian besar desa yang berpotensi rawan kekeringan berada di wilayah Kecamatan Kejobong, yakni terdapat 13 desa.

“Di sana sudah langganan kekeringan. Tapi, sampai sekarang kami belum mendapat laporan desa yang terkena dampak kemarau,” katanya baru-baru ini.

Tags: , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42