Logo kotaperwira.com

Pembangunan Pabrik Gula di Purbalingga Masuk Tahap Pembebasan Lahan

Semarang – Meski kalangan DPRD Jateng merekomendasikan revisi perizinan pembangunan dua pabrik gula (PG) karena belum memenuhi komitmen awal, namun pembangunan pabrik dipastikan terus berjalan. PG Gendhis Multi Manis (GMM) di Kabupaten Blora sedang menunggu perizinan dan sudah mempersiapkan proses pembangunan fisik.

Adapun PG Putra Giri Manis (PGM) di Kabupaten Purbalingga telah mendapatkan kepastian calon lokasi pabrik dan pada bulan ini akan mulai melakukan proses pembebasan tanah. Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi antara Komisi B DPRD Jateng, Dinas Perkebunan, APTRI, PT IGN Cepiring, PG GMM, PG PGM, dengan instasi terkait di ruang Komisi B, Jumat (8/7).

Direktur Operasional PG Putra Giri Manis, Rudi Sudirman menuturkan pihaknya saat ini tengah mempersiapkan calon lokasi pabrik di Kecamatan Kemangkon, Purbalingga. Lahan yang diperlukan untuk kawasan tapak pabrik seluas sekitar 50 hektare dengan kapasitas produksi nantinya mencapai 4.000 ton tebu per hari.

Menurutnya, pada bulan ini pihaknya akan segera melakukan proses pembebasan lahan dan juga pengajuan izin lokasi serta analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). “Kami menargetkan pada sekitar bulan Oktober mendatang proyek fisik sudah bisa dimulai. Dengan demikian diharapkan pada sekitar bulan Agustus 2013 sudah bisa melakukan penggilingan perdana dengan bahan baku sendiri,” paparnya.

Giling Perdana

Dijelaskan, untuk tapak pabrik di Desa Majasem, akan dibebaskan lahan seluas 54,9 ha. Selain itu PGM juga akan membeli lahan di Desa Kedung Benda seluas 23,8 ha untuk keperluan penyiapan lahan tebu. Saat ini pihaknya telah mulai melakukan pembelian mesin penggiling dan kelengkapannya dan diharapkan dalam tujuh bulan mendatang peralatan pabrik sudah siap.

Sementara Sugeng Setia, General Affair PG GMM Blora juga menargetkan giling perdana pada Agustus 2013 mendatang dengan kapasitas produksi 4.000 ton tebu per hari. Nantinya pabrik akan menampung tebu rakyat dari Kabupaten Blora, Grobogan, Pati, dan Kudus.

Pada tahun 2010 pihaknya telah mulai merintis lahan tebu di Blora seluas 417 ha. Tahun 2011 dan 2012 ditarget terjadi penambahan lahan tebu seluas 412 hektare dengan sistem plasma. “Kami tengah menyusun kerangka acuan amdal. Setelah amdal turun, segera pembangunan fisik dimulai,” imbuhnya.

Ketua Komisi B Wasiman berharap, keberadaan pabrik gula baru tersebut nantinya harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain itu, pabrik baru juga diharapkan tidak mematikan keberadaan pabrik lama yang masih beroperasi. “Komitmen menggiling tebu rakyat harus dipegang teguh, jangan sampai malah lebih fokus menggiling raw sugar,” paparnya.

Tags: , , , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42