Logo kotaperwira.com

Pembangunan Jaringan Irigasi Pedesaan di Purbalingga

Purbalingga – Kementerian Pertanian mengungkapkan realisasi pembangunan jaringan irigasi pertanian untuk tingkat pedesaan hingga saat selama 2011 baru mencapai 60 persen dari yang direncanakan.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Sumardjo Gatot Irianto di Jakarta, Sabtu mengatakan, pada tahun ini pemerintah menargetkan pembangunan jaringan irigasi pedesaan sekitar 90 ribu hektar (ha).

“Realisasi memang baru 60-70 persen . Namun demikian manfaatnya sudah terasakan terutama dalam peningkatan produktivitas tanaman,” katanya ketika menjelaskan hasil kunjungan ke Kabupaten Wonosobo dan Temanggung Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Dirjen Sumardjo Gatot Irianto melakukan kunjungan ke beberapa kabupaten di Jawa Tengah guna melakukan pemantauan dan evaluasi rehabilitasi jaringan irigasi pertanian di wilayah tersebut.

Selain kedua kabupaten tersebut, pemantauan dan evaluasi jaringan irigasi pedesaan juga dilakukan di Kabupaten Banyumas dan Purbalingga.

Dari data yang dikeluarkan Ditjen PSP Kementerian pertanian tercatat pada 2011 pagu untuk pembangunan Jaringan Usaha Tani (JUT) mencapai 3.864 km dengan anggaran Rp193,2 miliar.

Kemudian untuk Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT) seluas 94.073,5 ha dengan anggaran Rp65,81 miliar, Jaringan Irigasi Pedesaan (JIDES) seluas 52.939 ha dengan anggaran Rp52,93 miliar.

Selain itu pengembangan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) sebanyak 1.880 unit senilai Rp647,5 miliar.

Sementara itu realisasi pembangunan infrastruktur prasarana pertanian tersebut selama Januari hingga Juni untuk JUT mencapai 139,5 km, JITUT 6.203,6 ha, Jides 5.457,6 ha dan UPPO sebanyak 423,7 unit.

Sedangkan realisasi untuk tahun 2010 tercatat pengembangan Jitut sebanyak 57.525 ha dari target 57.950 ha, Jides dari target 44.415 ha tercapai 44.225 ha dan Tata Air Mikro (TAM) terlaksana 5.969 ha dari target 6.140 ha.

Tingkatkan Produksi Pertanian

Sementara itu dari hasil laporan para penerima dana perbaikan infrastruktur pertanian di daerah mengakui rehabilitasi jaringan irigasi tersebut mampu meningkatkan produktivitas pertanian.

“Bantuan-bantuan (rehabilitasi) tersebut dapat meningkatkan produksi padi, palawija dan lain-lainnya,” kata Ketua Gabungan Kelompok Tani Hasil Karya Desa Kalisasak, Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas, Suratman.

Suratman menjelaskan rehabilitasi JITUT di Desa Kalisasak menghabiskan dana Rp119 juta untuk perbaikan saluran sepanjang 492,52 meter.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Wonosobo Suharso menyatakan, realiasi rehabilitasi JITUT 2011 mencapai 200 ha, JIDES 200 ha, embung dua unit, sumur resapan empat unit dan pengembangan irigasi partisipatif dua unit.

Selain itu pembangunan UPPO sebanyak empat unit masing-masing untuk tanaman pangan dua unit dan hortikultura dua unit.

“Pada tanggal 28 Juni telah tercapai realisasi sebesar 68,89 persen dari target yang hanya sebesar 55 persen,” katanya.

Sementara itu Kepala Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Kabupaten Purbalingga, Susilo Utomo menyatakan pada 2011 pihaknya memperoleh anggaran Rp 5,55 miliar melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan untuk perluasan dan pengelolaan lahan serta air irigasi, pengadaan alat dan mesin pertanian serta pupuk dan pestisida.

Selain itu kegiatan serupa juga dilaksanakan melalui Dinas Peternakan dan Perikanan setempat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 1,28 miliar.

Tags: , , , , ,  , contoh proposal pembangunan saluran irigasimanfaat pembuatan irigasiCONTOH PROPOSAL JIDESirigasi pedesaanlaporan irigasicontoh proposal bantuan jides
Source: Lepmida

Leave a Reply

close(x)
Pasang Iklan