Logo kotaperwira.com

Pembalap Purbalingga Gagal Wakili Jateng di Kualifikasi PON XVIII

Semarang – Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jateng akhirnya memilih empat pembalap untuk mewakili Jateng di babak kualifikasi PON XVIII/2012 cabang balap motor. Keempat pembalap ini merupakan gabungan pembalap senior dan yunior yang dianggap terbaik di Jateng saat ini.

Keempatnya adalah Hokky Krisdiyanto (Kabupaten Magelang), Teguh Nugroho (Pati), Agus Setiawan (Solo) dan Adi Satya Sadarma (Purworejo). Mereka menyisihkan dua pembalap lain yang sebelumnya masuk nominasi, yakni Hanif Bahtiar (Semarang) dan Toni Rahmawan (Purbalingga).

“Pada Pra-PON balap motor, tiap provinsi hanya bisa mengirim maksimal empat pembalap. Kelas yang diperlombakan sendiri ada empat yakni 115 cc dan 135 cc (standar) perorangan dan beregu. Saya percaya pada para pembalap, pelatih dan mekanik. Pokoknya semua pembalap harus lolos ke PON 2012,” kata Ketua IMI Jateng Hendrar Prihadi.

Hendy, sapaan akrabnya mengatakan, aspek utama dipilihnya empat pembalap adalah soal mental. Alasannya, karena babak kualifikasi PON dan PON dianggap memiliki gengsi yang lebih dibanding kejuaraan sekelas motoprix, kejurnas, bahkan kejuaraan setingkat Asia.

“Aura PON luar biasa, ini membuat beban pembalap lebih berat. Jadi pemilihan atlet kami utamakan yang punya mental baik, selain aspek teknis lain,” papar Hendy, didampingi pelatih tim balap motor Jateng Roy Adrianto.

Pra PON sendiri berubah dari jadwal yang direncanakan. Semula, babak kualifikasi akan dilangsungkan dari 8-9 November, namun mundur ke akhir November atau awal Desember.

“Lokasinya di sirkuit karting Sentul, Bogor. Pengunduran jadwal pra-PON, karena terkait dengan pihak sponsor yakni Yamaha. Di Pra-PON dan PON 2012, semua pembalap akan menggunakan sepeda motor Yamaha,” tambah pelatih tim balap motor Jateng Roy Adrianto.

Terkait penggunaan sepeda motor merk Yamaha, Hendy mengatakan timnya cukup diuntungkan. Ini karena empat pembalap Jateng adalah pembalap yang selama ini menggunakan motor Yamaha. Meski begitu dia berpesan pada para pembalap untuk terus meningkatkan kemampuan. Sebab pada Pra-PON dan PON, semua sepeda motor adalah standar, sementara mereka biasa menggunakan sepeda motor yang sudah tune-up.

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42