Logo kotaperwira.com

Peluang Kerja Penderita Cacat, Penyandang Cacat Perlu Didata

Purbalingga – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Purbalingga, Saryono mengatakan, pemkab sedianya mendata para penderita cacat fisik yang memiliki ketrampilan yang bisa ditampung pada perusahaan atau plasma-plasma milik swasta.

“Para penyandang cacat harus diklasifikasikan cacatnya seperti apa, karena ini menyangkut produktivitas kerja. Seperti pada pekerjaan produksi rambut dan bulu mata palsu yang berperan penting adalah mata dan tangan,” terangnya menanggapi berita tentang peluang kerja penyandang cacat belum mencapai 1 persen, Selasa (17/5).

Dia menambahkan, pemkab seharusnya aktif memberikan informasi tentang aturan bagi penyandang cacat yang bisa tertampung pada perusahaan umum milik daerah (BUMD) maupun perusahaan umum milik negara (BUMN).

“Aturan itu perlu disosialisasikan lebih dulu kepada para pengusaha, karena selama ini perusahaan belum mengetahuinya,” ujarnya.

Informasi terkait aturan itu, lanjut dia, akan dipertimbangkan perusahaan. Pasalnya, perusahaan memiliki budaya kerja yang harus ditaati oleh semua karyawan.

“Bila kami nanti menampung apakah akan disamakan dengan pekerja lain atau ada dispensasi. Belum lagi permasalahan transportasi mereka datang ke perusahaan agar bisa tepat waktu. Ini yang perlu dibicarakan dengan pemkab,” terang dia.

Dia menjelaskan, bila para penyandang cacat yang memiliki ketrampilan tidak bisa direkrut di perusahaan, Apindo mengusulkan untuk bisa dipekerjakan di plasma-plasma yang ada di setiap desa, serta memberikan training kerja kepada mereka.

“Pada prinsipnya perusahaan membutuhkan orang yang mampu menghasilkan produksi. Karena itu kami perlu data para penyandang cacat di setiap desa yang memiliki ketrampilan dan bersedia bekerja di plasma rambut dan bulu mata palsu,” paparnya.

Seperti diberitakan, kelompok penyandang cacat di Kabupaten Purbalingga masih dimarjinalkan dalam pasar kerja. Mereka hampir secara umum belum bisa tertampung pada perusahaan milik BUMD dan BUMN.

Padahal, peluang mendapatkan pekerjaan di dua lembaga itu tertuang pada UU No 4/1997 tentang penyandang cacat, dan Peraturan Pemerintah RI No 43 tahun 2008 tentang upaya peningkatan kesejahteraan sosial penyandang cacat.

Ketua Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI) Purbalingga, Herwindo Tri Setia menjelaskan, PPCI telah mengusulkan ke pemkab sejak tahun 2007-2008 agar penyandang cacat yang memiliki ketrampilan dan kompetensi dalam bekerja bisa mendapatkan peluang bekerja di perusahaan swasta atau negeri.

“Tapi sampai sekarang penyandang cacat yang tertampung masih sedikit sekali. Perusahaan diharapkan bisa lebih meningkatkan kepeduliannya dalam memperhatikan penyandang cacat sebagaimana tercantum dalam UU,” ujarnya.

Sumber: Suara Merdeka

Tags: , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42