Logo kotaperwira.com

Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Daerah Harus Terus Berbenah

Semarang – Hasil penilaian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) oleh Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jateng di kabupaten/kota di Jawa Tengah seharusnya bisa menjadi pemicu daerah untuk terus berbenah. PTSP yang juga sebagai salah satu indikator dalam Survei Daya Saing ini memiliki peran penting karena fungsi pelayanan perijinan investasi ada di sana.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng Solichedi menilai, hasil evaluasi PTSP ini harus disinergikan dengan survei daya saing daerah yang sebelumnya dilakukan dan memposisikan Kota Magelang di peringkat pertama dari berbagai indikator penilaian.

“Kami berharap bisa sinergi agar hasilnya satu garis lurus dengan realisasi investasi. Jika investor banyak tapi jika kinerja PTSP-nya lambat ya bisa menghambat investasi masuk dan mudah-mudahan paparan ini bisa melecut daerah untuk berbenah,” ungkap Solichedi, Senin (14/3).

Dalam evaluasi PTSP tersebut, Sragen memang berada di posisi pertama disusul Purbalingga, Banyumas, Sukoharjo, Kota Magelang, Karanganyar, Kudus, Jepara, Kota Pekalongan, Temanggung, Pati dan Demak.

Menurut Solichedi, daerah selatan seperti Solo dan Banyumas memang cukup agresif tetapi dilihat dari realitanya wilayah pantura memang memberikan daya tarik tersendiri bagi investor.

“Sewaktu survei daya saing Sragen posisinya masih jauh dari sekarang ini sehingga kinerja PTSP ini seyogyanya harus diikuti dengan perbaikan lainnya untuk mendukung iklim investasi. Apalagi Semarang yang berada di posisi 28 menurut assesment tersebut juga harus terus berbenah karena merupakan pintu masuk provinsi Jateng,” terangnya.

Survey Daya Saing

Performa penilaian PTSP ini menurut Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jateng Anung Sugihantono, hanya merupakan bagian kecil dari survei daya saing yang pernah dilakukan.

Dalam survei tersebut ada enam sub-indeks yang terdiri dari Kinerja Ekonomi (6 indikator), Persepsi Iklim Usaha (8 indikator), Kinerja Pemerintah (terdiri dari dua sub-sub indeks yakni sub-sub indeks Kapasitas Pemerintah dan Upaya Pemerintah dengan total 15 indikator), Kinerja Investasi (9 indikator), Dinamika Bisnis (5 indikator) dan Infrastruktur (5 indikator).

“PTSP merupakan salah satu dari 48 indikator tersebut jadi hanya bagian kecil saja dari kinerja penilaian daya saing dan parameter pada evaluasi PTSP ini ada persyaratan dasar, tambahan serta persyaratan unggulan”‘ ujar Anung.

Ia berharap, daerah bisa terus melakukan upaya perbaikan dan penataan kelembagaan PTSP untuk bisa memenuhi tiga fungsi dasar pelayanan penanaman modal yakni promosi, perijinan dan pengendalian penanaman modal.

Sumber : Suara Merdeka

Tags: , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42