Logo kotaperwira.com

Pelantikan Pengurus DPD PAN Purbalingga Periode 2011-2015

Purbalingga – Pengurus DPD PAN Purbalingga periode 2011-2015 dilantik oleh Ketua DPW PAN Jawa Tengah Wahyu Kristianto, Sabtu (24/9). Pelantikan ini istimewa karena dihadiri Sekjen DPP PAN Taufik Kurniawan, Bupati Purbalingga Heru Sudjatmoko, dan perwakilan sejumlah parpol.

“Tahun 2011 hingga 2012 sudah DPW canangkan sebagai fase rekruitmen jaringan penguatan struktural sampai tingkat rayon. Karena itu kepengurusan DPD ini harus bisa mewujudkannya. Jika ini kita kelola dengan baik maka akan menjadi jaringan yang kuat untuk memenangkan pemilu,” kata Wahyu Kristianto.

Lintas Parpol Jaring Aspirasi

Sementara Bupati menyampaikan terima kasihnya kepada Taufik Kurniawan yang telah memperjuangkan proyek Bendung Slinga di Purbalingga sampai bisa terlaksana.

Pemkab juga sedang membangun komunikasi dengan anggota DPR RI dari parpol lain dari dapil VII. Seperti Bambang Susatyo dari Partai Golkar, Ganjar Pranowo dan Putut Ardianto dari PDIP, serta wakil dari partai lainnya. Inilah yang dia sebut sebagai politik bupati. Yang penting hasilnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kalau PAN bisa, mengapa partai lain tidak bisa,” tantangnya.

Sekjen DPP PAN Taufik Kurniawan memuji kebersamaan lintas partai yang tampak dalam kegiatan itu.

“Kami hormat dengan rasa kebersamaan ini. Kami tunjukkan kepada masyarakat bahwa hubungan kami dengan lintas parpol seperti saudara sekandung,” ujarnya.

Episentrum Politik

Tidak ada saling menjelekkan, tidak ada saling memojokkan. Melainkan bersama-sama bersemangat untuk menjaring aspirasi masyarakat. Ini perlu menjadi pondasi karena di Jakarta diasumsikan partai menjadi sarang penyamun, sarang penjahat.

“Ini tidak betul. Demokrasi ini dibangun oleh partai politik. Kalau kemudian ada partai yang menang, kalah, tergradasi, itu adalah pilihan rakyat. Jangan kita membiarkan kondisi seperti ini, yakni opini masyarakat dijadikan suatu fakta. Padahal opini publik belum tentu benar,” katanya.

Bisa saja persepsi publik justru yang menyesatkan namun malah seolah menjadi fakta hukum. DPR menjadi tumpuan, apa pun partainya, DPR adalah episentrum politik yang harus dijaga. Karena di sana mengemban mandat dari seluruh rakyat Indonesia.

“Sekarang ini DPR dicaci. DPR dikatakan budeg, tebal muka. Bolehlah kritik tetapi sampaikan dengan santun dan rasa hormat. Jangan sampai terkesan orang yang di luar parpol itu lebih mulia. Ini adalah setting-an orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Taufik.

Tags: , , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42