Logo kotaperwira.com

Pedagang Pasar Segamas Datangi Dinperindagkop Bahas Retribusi

PURBALINGGA – Sekitar 28 pedagang dari semua blok di Pasar Segamas Purbalingga, mendatangi dinas perindustrian perdagangan dan koperasi (Dinperindagkop) Purbalingga, Senin (10/9) siang. Mereka meminta kesepakatan pungutan retribusi sebagai dampak penggunaan selasar (semacam trotoar) yang akan ditertibkan.

Mereka melakukan mediasi di ruang pertemuan dinas setempat dan bertemu dengan Kepala Dinperindagkop, Kabid Perdagangan dan jajaran pengelola Pasar Segamas. Dalam pertemuan itu sempat terjadi tarik ulur kesepakatan. Semua pedagang menginginkan harga biaya retribusi sebesar Rp 150 per meter persegi selasar yang dibayarkan harian. Namun, Dinas menetapkan Rp 300 permeter persegi, jika tidak, lapak yang menggunakan selasar itu akan ditertibkan.

Perwakilan pedagang yang juga Sekretaris II Himppas, Suroto mengatakan, pihaknya menampung semua keinginan pedagang. Karena sebelumnya sempat terjadi salah komunikasi. Pedagang mengira dinas akan memberlakukan sewa atau jasa tempat usaha. Karena saat digelar rapat, tidak semua pedagang hadir. Selain itu, sosialisasi baru disampaikan oleh pegawai Pasar Segamas.

Setelah melalui rapat yang alot sekitar 3 jam mulai pukul 13.00, dicapai kesepakatan besaran rertibusi untuk para pedagang yang menggunakan selasar ditetapkan Rp 300 permeter. Pada September ini akan disosialisasikan bersama,” papar Suroto yang didampingi Sekretaris I, Siswadi dan Koordinator Himppas, Ariful Hanif.

Pedagang menyepakati itu dengan catatan, retribusi selasar dibayarkan mulai Oktober mendatang sampai Desember sebagai retribusi bulanan. Kemudian pada Januari 2013 akan dievaluasi kembali bulanan atau harian.

Kepala Dinperindagkop, Agus Winarno menjelaskan, kesepakatan itu akan dibuatkan berita acara. Tidak ada surat keputusan kepala dinas untuk retribusi selasar itu. Retribusi itu mulai dikenakan kepada sekitar 200 pedagang mulai Oktober mendatang. Kemudian Januari tahun depan, akan ditawarkan kembali pembayaran bulanan atau harian.

“Kita memang menertibkan pedagang yang menggunakan selasar sebagai tempat menggelar sebagian dagangannya. Karena akan membuat kios di bagian belakang iri. Selain itu mengganggu kenyamanan pembeli. Namun karena mereka bersedia membayar retribusi, maka dibuat kesepakatan,” paparnya.

Pertemuan berakhir sekitar pukul 17.00 dan puluhan pedagang itu kembali ke Pasar Segamas. Sejumlah pedagang ada yang kena rertibusi sebulan mulai Rp 9.000 sampai dengan ratusan ribu, tergantung luasan selasar yang dipakainya.

Tags: , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42