Logo kotaperwira.com

Pasokan Ditambah, Elpiji di Desa Serang Tetap Langka

KARANGREJA – Setidaknya sejak dua minggu terakhir, elpiji 3 kilogram di wilayah Desa Serang kecamatan Karangreja, menghilang dari pasaran. Seluruh stok di warung eceran kosong dan beberapa warga yang kesulitan mendapatkan elpiji 3 kilogram itu beralih menggunakan bahan bakar kayu dan biogas. Hal ini nampak aneh. Pasalnya, pasokan elpiji 3 kilogram di Kabupaten Purbalingga justru mengalami peningkatan 500 persen sejak awal Ramadan kemarin.

Kepala Desa Serang, Sugito mengakui, ketiadaan pengepul, pangkalan dan sejenisnya semakin mempersulit stok elpiji itu. Karena warga maupun warung eceran harus kulakan di wilayah Bobotsari maupun Kutabawa.

“Biasanya ada distributor yang masuk Serang. Namun sudah lama tidak kelihatan. Jadi saat ini lumayan kesulitan. Harga terakhir masih wajar mencapai Rp 15 ribu hingga Rp 15, 5 ribu per tabung, ” ujarnya, Senin (23/7).

Sejumlah pedagang eceran yang sempat mengeluh kepada Sugito mengatakan, belum ada stok lagi dari truk yang mengedarkan tabung itu. Biasanya mereka mendapat pasokan dari sejumlah agen di wilayah Purbalingga. Sugito juga mengakui, akan mengupayakan membangun sebuah pangkalan. Namun, masih terkendala sejumlah aspek.

“Kemarin sempat akan dibuka semacam pangkalan elpiji. Namun belum sempat terwujud dan masih kita upayakan ada yang mau membukanya di Serang ini, ” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan, puluhan KK di wilayahnya yang memiliki peralatan biogas, masih bisa bernafas lega. Karena masih mampu menggunakan bahan bakar olahan kotoran sapi itu. Hanya saja, warga masih membutuhkan gas elpiji itu.

Jika dirata- rata setiap waktu, biasanya warung eceran kecil bisa menyediakan 5 hingga 10 tabung. Namun kepastian periode stok, belum diketahui. Warga yang tetap menginginkan tabung gas itu, harus mencari di luar wilayah Serang. Seperti langsung ke Bobotsari maupun Kutabawa.

“Sebenarnya masih bisa beli di luar Serang. Hanya saja, akan lebih baik stok di Serang sendiri mencukupi setiap dibutuhkan, ” jelasnya.

Sementara itu, stok elpiji atau bahan bakar gas di Purbalingga meningkat hingga 500 persen pada bulan Ramadhan. Karena itu, warga tidak perlu khawatir mengenai kelangkaan LPG di Purbalingga pada sebelum atau sesudah Lebaran nanti.

Menurut Koordinator Agen LPG di Purbalingga, Hendi Setyo Mulyo, peningkatan stok LPG ini dimaksudkan sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya permintaan LPG dari masyarakat. “Biasanya peningkatan tersebut terjadi beberapa hari menjelang Lebaran. Jadi, sudah dilakukan langkah antisipasi terlebih dahulu, ” ungkapnya.

Saat ini, total alokasi LPG dari pertamina kepada lima agen LPG yang ada di Purbalingga mencapai sekitar 11.700 buah per harinya. Peningkatan sebesar 500 persen ini merupakan stok fakultatif yang bersifat insidental.

Dia juga menambahkan, penambahan fakultatif di bulan Ramadhan ini terjadi dua kali, yaitu sebesar 500 persen pada bulan Juli, dan 400 persen pada bulan Agustus mendatang.

Salah satu penanggung jawab agen LPG, Hardin Asrikin mengungkapkan, pihak agen akan segera mengantisipasi jika ada kekurangan LPG dari alokasi yang sudah diberikan Pertamina. “Kalaupun penambahan yang 500 persen tersebut masih kurang, kami akan segera melaporkannya kepada dinas terkait. Selanjutnya Pemda melalui dinas terkait akan mengurus laporan tersebut ke Pertamina. Kemudian baru pertamina akan segera mengirimkan stok sejumlah yang diminta, ” ungkapnya.

Menyikapi agen yang libur pada hari Lebaran, antisipasinya adalah dengan menambahkan stok LPG di SPBU yang ada. Hal ini berkaitan dengan jam kerja SPBU yang 24 jam dan tidak mengenal istilah libur. Sehingga masyarakat masih tetap mendapatkan LPG walau dalam suasana libur sekalipun, ” imbuhnya. (amr/bay/bdg)

Tags: , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42