Logo kotaperwira.com

Pasar Segamas Sepi Pembeli, Banyak Pedagang Tercekik Utang

Purbalingga – Akibat sepinya aktivitas perdagangan di Pasar Segamas Purbalingga, membuat sebagian pedagang terjerat utang ke perbankan. Mereka tidak dapat memutarkan modal karena sepi pembeli.

Pedagang sayuran di Blok E, Kamri (56) menuturkan, para pedagang terpaksa harus berurusan dengan perbankan untuk menambah modal usaha. “Saya setiap hari dikirimi sayuran oleh pedagang besar, tapi barangnya tidak pernah habis dalam sehari. Akibatnya, saya tidak mampu membayar dagangan. Akhirnya utang bank,” tuturnya.

Selama setahun terakhir dia mengaku telah memiliki tanggungan utang ke perbankan sebesar Rp 50 juta. Utang tersebut digunakan untuk membayar dagangan yang sudah menumpuk kepada pedagang besar. “Kalau tidak utang saya tidak bisa berjualan. Hampir semua pedagang di sini seperti itu. Mereka terjerat utang bank,” ujar dia.

Ny Soimah (61) juga mengemukakan, penjualan sayuran sangat sepi. Tidak seperti sewaktu di pasar lama. Kondisi itu yang mengakibatkan para pedagang berurusan dengan perbankan karena dagangannya tidak laris, sementara mereka harus belanja setiap hari. “Ini tidak imbang antara pengeluaran dan pendapatan, sehingga banyak pedagang yang utang ke bank,” katanya.

Dia menambahkan, omzet penjualan di Pasar Segamas menurun drastis bila dibandingkan saat berjualan di pasar lama. “Omzet saya turun 50 persen lebih. Di sini pukul 10.00 sudah sepi pembeli, otomatis mengurangi pendapatan,” ujarnya.

Senada dikatakan pedagang lain di Blok D, Ngaisah (62). Dia menuturkan rata-rata pendapatan per hari sebesar Rp 25.000. Jumlah itu turun drastis bila dibandingkan saat berjualan di pasar lama. “Dulu setiap hari saya mampu memperoleh pendapatan Rp 50.000-Rp 70.000/hari. Sekarang sudah tidak bisa diandalkan, yang penting bisa berjalan,” kata pedagang kecambah itu.

Pedangan Blok A, Uli Raharjo (38), menjelaskan terdapat puluhan kios di Blok A dan D yang sudah lama dibiarkan tutup oleh para pemiliknya karena tidak mendapatkan keuntungan berjualan Pasar Segamas. “Mereka tidak kuat dagang di sini, bahkan banyak yang bangkrut,” tambahnya.

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42