Logo kotaperwira.com

Pabrik Gula Dilarang Manfaatkan Kredit Petani Tebu

Semarang – Kredit ketahanan pangan dan energi sebesar Rp 18 juta per hektare bagi petani tebu tidak boleh dimanfaatkan oleh pabrik gula untuk membiayai operasionalnya, kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah Rif’an.

“Sesuai surat keputusan Menteri Pertanian, kredit ini diperuntukkan bagi petani untuk dikelola sendiri,” kata Rif’an di Semarang, Senin (2/5).

Menurut dia, jika pabrik gula turut menggunakan dana tersebut, para petani tebu tidak akan pernah sejahtera.

Ia menuturkan, pengucuran kredit untuk petani tebu ini harus transparan dan tidak boleh sampai salah sasaran. “Kalau yang dapat pendanaan pabrik gula, sama saja dengan memodali perusahaan yang sudah kaya,” kata Ketua Fraksi Partai Golkar ini.

Ia menjelaskan, alokasi kredit bagi petani tebu ini cukup bermanfaat untuk pengadaan lahan guna memenuhi bahan baku pabrik gula.

Terlebih lagi, lanjut dia, di Jawa Tengah akan berdiri dua pabrik baru, masing-masing di Blora dan Purbalingga.

Ia mengungkapkan, jika tidak dapat dipenuhi dari dalam negeri, dikhawatirkan bahan baku pabrik gula ini akan dipenuhi melalui impor. “Jika bahan baku tidak terpenuhi, dikhawatirkan akan dipenuhi melalui impor ‘raw sugar’.” katanya.

Oleh karena itu, ia meminta komitmen seluruh pengelola pabrik gula dalam menyerap hasil panen para petani tebu tanpa mengimpor “raw sugar”.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Jawa Tengah Teguh Winarno mengatakan, dua pabrik gula yang akan dibangun tersebut bertujuan untuk mendukung pencapaian swasembada pada 2013.

Menurut dia, guna memenuhi kebutuhan bahan baku kedua pabrik baru tersebut, dibutuhkan setidaknya tebu dengan luas lahan mencapai 16 ribu hektare.

Sumber: Harian Bhirawa

Tags: , , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42