Logo kotaperwira.com

Owabong Purbalingga, Tempat Bermain, Teriak dan Tertawa Gembira

Syasya – Beberapa teman suka inbox ke saya menanyakan kok saya sering banget ya posting tentang jalan-jalan, apakah saya hoby jalan-jalan? Sebenarnya saya lebih senang menghabiskan waktu di dalam rumah bermain, bercanda, ataupun mengerjakan pekerjaan rumah. Kalaupun banyak posting jalan-jalan itu karena saat saya berada di Indonesia saya habiskan waktu ke tempat-tempat wisata, biar saat saya kembali lagi ke negara tempat suami bekerja gak kangen-kangen amat dengan tanah air. Dan foto-foto tempat rekreasi di Indonesia biasanya saya perlihatkan kepada beberapa teman yang dari negara luar agar mereka tahu bahwa Indonesia itu tempat yang nyaman buat dikunjungi hehehhe sekalian promosi ey. Kali ini saya mau ulas tentang Owabong tempat wisata yang beberapa waktu lalu saya kunjungi semoga saat anda berada di daerah tersebut bisa menjadi alternatif anda mengabiskan waktu.

Kolam pesta air, bisa main hujan-hujanan dan meluncur di wahana ini

Owabong bisa juga disebut sebagai tempat wisata nomor satu di Purbalingga, tempat yang banyak dikunjungi oleh masyarakat sekitar dan masyarakat dari luar daerah walau awalnya Owabong adalah kolam renang. Sekarang Owabong telah berkembang menjadi wisata air yang gak kalah seperti di tempat lain. Yang membedakan tempat ini adalah ia memiliki sumber mata air sendiri yang mengalir seperti sungai kecil. Air yang segar dan bersih karena setiap kali air mengalir dan berganti menjadi air yang baru untuk setiap wahana seperti pantai bebas sunami, kolam pesta air dan masih banyak lagi semua tempat yang berisi air berasal dari sumber mata air.

Waterboom setinggi ±13 meter

Biasanya Owabong banyak dikunjungi pada hari sabtu dan minggu ataupun hari libur. Membayar 20 ribu rupiah per orang kita dapat sepuasnya bermain air dari pagi sampai sore. Siap-siap saja pakai sunblock kalau kita tidak ingin kulit kita menjadi gosong karena sinar matahari heheheheh. Banyak sekali wahana tempat kita bermain air di Owabong ini ada juga waterboom yang memiliki ketinggian sampai 13 meter menurut penuturan penjaga di wahana ini. Tapi kalau enggak berani yang tingginya sampai 13 meter kita juga bisa kok yang pendek saja hehehhehe.

Kanal arus sepanjang ±200 meter dengan air segar yang selalu baru

Dari waterboom kita melewati kanal arus yang berjarak kira-kira 200 meter hehehehe asik juga sambil naik banana boot ataupun pelampung menyusuri kanal arus sampai ke kolam ember tumpah.

Melewati kanal arus dengan pelampung seperti naik perahu kata si kecil. Terlalu bahagianya berada di tempat ini membuat si kecil ingin lagi dan lagi bermain di kanal arus tersebut padahal masih banyak wahana yang bisa ia mainkan.

Trampolin, bantal besar, dan ember tumpah semakin asik

Berada di Owabong anak-anak sungguh betah segala tempat ingin dicoba apalagi di kolam tempat ember tumpah ini ada trapolin dan big pillow (bantal besar). Selang beberapa menit menunggu baru deh ember penuh dan siap-siap tumpah ke badan dan kepala kita. Tertawa senang anak-anak saat air membasahi kepala dan badan mereka, sungguh tempat yang membuat mereka bahagia.

Dari tempat ini anak-anak ingin mencoba pantai bebas tsunami, di kolam yang luas ini anak-anak naik perahu kecil yang disewakan untuk mengelilingi wahana bebas sunami. Di atas wahana ini ada juga flying fox, bener-bener memacu adrenalin saya saat naik flying fox ini heheheheh. Kolam renang olimpic gak sempat kami kesana, lagian saya juga gak berani melintasi kolam itu hehehe soalnya dalamnya hingga 120 cm padahal gaya renang yang saya bisa cuma gaya batu xixixixiix.

Flying fox menguji adrenalin pengunjung

Yang lebih menarik di Owabong adalah ada kolam tempat terapi ikan, saya pernah membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa jika kolam untuk terapi ikan ini dipakai bersama-sama bisa saja ikan yang sejatinya berfungsi memakan sel sel kulit mati ternyata malah bisa menularkan penyakit. Bukan tidak mungkin salah satu pengunjung yang terinveksi virus yang berasal dari darah seperti HIV ataupun hepatitis karena digigit ikan mengalami pendarahan, gigitan tersebut beresiko menularkan penyakitnya terlebih lagi karena pengujung yang sehat tersebut juga memiliki luka. Jadi ragu saya untuk masuk kewahana tersebut hhehehehe tapi karena penasaran seperti apa sih trapi ikan itu saya beranikan diri juga untuk masuk kesana.

Lokasi sirkuit gokart

Iseng-iseng saya tanya deh penjaga wahana trapi ikan itu “Om, ikan apa sih ini?”. Penjaganya menjawab “Ikan Garra rufa bu namanya, ukurannya 1 sampai 3 inci.” diam sesaat ” Kolam di sini airnya berganti terus bu jadi gak usah takut kalau air di sini kotor. Ibu lihat sendirikan Owabong ini memiliki sumber mata air di sungai kecil depan pintu keluar dan masuk. Di dalam wahana trapi ikan ini juga ada trapi air, kolam hangat dan kalau ibu mau di pijat ada juga tempat pijatnya, yang pijat perempuan untuk yang dipijat perempuan dan laki-laki untuk yang dipijat laki-laki. “ucap penjaga tersebut menerangkan keadaan wahana ini.

Wahana kolam air hangat

Melihat kolam ikan untuk trapi kebanyakan orang-orang tua yang berendam di kolam tersebut sementara kolam air hangat kebanyakan anak-anak. Saat tangan saya menyentuh permukaan air, langsung deh ikan-ikan menghampiri tangan saya, duh geli banget rasanya wekekekekek karena gak tahan dengan mulut-mulut ikan tersebut yang ada saya hanya bisa tertawa-tawa cekikikan sangking gak tahan gelinya. Sementara si kecil gak tahu apa-apa langsung saja dia masuk kedalam kolam trapi ikan karuan saja si kecil di serbu ikan-ikan tersebut. Untung si kecil gak nangis hihihihihih “Mama ikannya suka ya dengan Kekei kok deketin kekei sih?” ucap dari mulut mungilnya. Saya hanya bisa mengangguk “Heem.”

Rasakan sensasi terapi ikan garra rafu

Terapi air juga saya coba sambil melihat gambar tubuh mana yang harusnya kena titik air yang jatuh dari pancuran. Pancuran air ini ada banyak berjejer besar kecilnya curahan air pada pancuran itu berbeda-beda, tinggal kita saja mau pilih yang mana.

Terapi air di pancuran

Semua wahana kami coba dan yang paling membuat kami senang adalah saat kami rafting sewa prahu karet cuma 20 ribu rupiah. Rasanya melewati aliran sungai buatan benar-benar menghilangkan stres. Tertawa, teriak, menjerit sebebas-bebasnya saat arus air yang mengalir membawa prahu karet saya membentur batu-batuan di pinggir sungai buatan ini. Arus air yang deras hingga panjang 500 meter lebih rasanya pingin lagi dan lagi, maklum baru kali ini saya rafting hehehehehe.

Mencoba wahana Gokar di Owabong saya rasa kurang seru heheheh soalnya lintasanya halus karena aspal, berbeda saat naik gokar di tempat wisata sari ater yang pernah saya kunjungi. Lima kali lintasan bayar sewa sebesar 40 ribu rupiah. Dari wahana ini kami balik lagi bermain air di lokasi pesta air, di wahana ini ada arena bermain anak dan juga luncuran. Bermain hujan-hujanan cocok banget di wahana ini, setelah seharian penuh beada di Owabong ini laper juga ya hehehehehe. Ada beberapa restoran di dalam owabong dan makanan disini bener-bener murah apalagi beli gorengan yang dijual diwarung-warung kecil ada tempe mendoan, tahu dan juga pisang goreng.

Naik gokart diajarin dulu satu lintasan

Berada di Owabong gak usah khawatir dengan barang-barang bawaan kita karena disini ada loker barang yang dapat kita sewa, ada banyak penjaga kolam jadi gak usah khawatir jika terjadi sesuatu karena mereka akan siap siaga membantu para pengunjung. Kebersihan di Owabong ini juga benar-benar terjaga, banyak sekali tempat-tempat kita beristirahat untuk sekedar duduk duduk. Tersedianya kamar mandi dan tempat ganti pakaian yang banyak jadi gak perlu khawatir untuk antri.

Kamar ganti dan tempat istirahat

Dari pagi sampai sore bermain air sungguh mengasikkan sekali, bisa juga menghilangkan stres hanya saja setelah pulang dari sini anak-anak yang aslinya kulitnya putih jadi bisa gosong juga terkena matahari hehehehe. Semoga menarik posting saya ini untuk di baca atau sekedar menikmati foto-foto koleksi pribadi.

Salam Sya, 26.04.2012

 Tags: , , , , , , ,  
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-blog.php on line 25