Logo kotaperwira.com

Operasi Pemisahan Kembar Siam Sanaya-Isnaya Diperkirakan Selama 4-8 Jam

Semarang – Operasi pemisahan bayi kembar siam Sanaya dan Isnaya siap dilakukan, hari ini (13/8). Kemarin, persiapan memasuki tahap final, termasuk simulasi yang dilakukan tim dokter di RSUP dr Kariadi. Simulasi berjalan lancar. Menggunakan boneka yang menempel satu sama lain, tim medis menjalankan prosedur layaknya operasi pemisahan yang sebenarnya. Diperkirakan operasi memakan waktu empat sampai delapan jam.

Menurut rencana, proses pemisahan dilaksanakan mulai pukul 06.00, diawali penyerahan bayi asal Purbalingga tersebut dari dokter Fitri Hartanto SpAK selaku penanggung jawab pasien kepada Ketua Tim Operasi Bayi Kembar Siam dokter Dwi Wastoro Dadiyanto SpAK. Selanjutnya Sanaya dan Isnaya diserahkan kepada Koordinator Ruang Bedah, Rasmudjito.

Menurut Dwi, pada pukul 07.00 dipersiapkan anestesi dengan penanggung jawab dokter Haryo Satoto. Proses tersebut diperkirakan memakan waktu kurang lebih satu jam.

“Setelah itu, operasi pemisahan mulai dilakukan,” kata dia.

Tim dokter menyiapkan dua meja operasi. Sebelum dipisahkan, kedua bayi diletakkan di meja 1 dengan operator dokter Yulianto S SpBA dan dokter Edwin Basyar SpB SpBA MKes. Setelah terpisah, bayi diletakkan di meja terpisah. Isnaya tetap di meja 1, Sanaya di meja 2.

“Meja 2 akan dioperatori oleh dokter Mulyono SpB SpBD dan dokter Riza SpBP,” ungkap Dwi.

Dua Meja

Nantinya akan ada dokter yang selalu standby di kamar operasi. Mereka adalah dokter Sahal Fatah SpBTKV, dokter Najatullah SpBP, dokter Supriyatna SpA, dokter Yusrina SpA, dan dokter Hernia SpPK. Sebagai spesialis bedah torax dan kardiovaskular, Sahal akan mengantisipasi segala hal yang mungkin terjadi pada torax dan selaput jantung. Najatullah yang merupakan spesialis bedah plastik fokus pada kemungkinan adanya penambalan dengan menggunakan bahan sintetis.

“Spesialis patologi klinik akan bertanggung jawab pada pemeriksaan laboratorium jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” paparnya.

Jika sudah dipisah dan dilakukan penutupan kulit, kedua bayi akan menjalani masa pemulihan (recovery) di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Nantinya Sanaya akan keluar terlebih dahulu, mengingat posisi mejanya paling dekat dengan pintu keluar.

“Di tempat itu Sanaya dan Isnaya akan ditempatkan di tempat tidur terpisah yang dilengkapi peralatan medis masing-masing,” kata dia.

Direktur Pelayanan Medis RSUP Dr Kariadi dokter Bambang Sudarmanto SpA(K) mengatakan, segala sarana dan prasarana baik sebelum, selama operasi, maupun pascaoperasi telah disiapkan.

Tags: , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42