Logo kotaperwira.com

Musyawarah Kabupaten Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Purbalingga VIII

Purbalingga – Kasubag TU Puskesmas Kecamatan Purbalingga Nasrulah Tamimi SKep terpilih menjadi Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pengurus Kabupaten Purbalingga Periode 2010-2015. Meskipun sempat mundur setahun dari jadwal, Musyawarah Kabupaten (Muskab) VIII PPNI Purbalingga Tahun 2011 ini berjalan lancar dan termasuk paling meriah se-Provinsi Jateng.

“Muskab PPNI Purbalingga ini termasuk satu dari 4 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang terlambat melaksanakan Muskab. Masa Bhakti 2010–2015 seharusnya mulai bekerja sejak tahun 2010. Tapi saya salut, Muskab PPNI Purbalingga termasuk yang paling mewah dan meriah, bahkan dibandingkan Musyawarahnya Provinsi sekalipun,” ujar ketua PPNI Jateng Edi Wuryanto SKep MKes saat memberikan Sambutan dalam Muskab PPNI Purbalingga VIII di Andrawina Convention Center Kompleks Owabong Cottage, Sabtu (16/7).

Terpisah, Ketua PPNI Purbalingga Masa Bhakti 2005-2010 Suseno Wongso SKM mengatakan, saat ini profesi perawat masih belum mendapat pengakuan yuridis dari Pemerintah RI. Yang dimaksud pengakuan yuridis setidaknya tertuang dalam Undang-undang, sebagaimana profesi kesehatan lainnya.

“Pengakan baru sebatas oleh Kementrian Kesehatan RI saja, belum dalam bentuk Undang-undang. Padahal, perawat itu termasuk profesi yang paling banyak digeluti dibandingkan profesi kesehatan lainnya,” tegasnya.

Senada dengan Suseno, Edi juga menyebut perawat sebagai profesi yang paling berpengaruh di kesehatan. Perawat di rumah sakit yang merawat pasien selama 24 jam, sangat mempengaruhi aspek psikologis pasien yang tentu saja mempengaruhi cepat tidaknya kesembuhan.

“Perawat itu melayani orang sakit. Kurang senyum, terlambat sedikit, itu sudah menjadi masalah serius bagi pasien. Namanya juga orang sakit. Makanya, aspek psikologis pasien ini harus menjadi perhatian utama bagi perawat apapun kondisinya,” imbuhnya.

Edi mengakui, perawat sebagai manusia biasa yang tentu memiliki permasalahan dalam hidupnya, selalu dituntut tampil dan memberikan pelayanan sempurna bagi pasien. Bahkan, kesan baik sebuah pelayanan kesehatan di rumah sakit mapun puskesmas, menurut Edi, sangat tergantung dari perawatnya, bukan profesi kesehatan lainnya.

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42