Logo kotaperwira.com

Musik Keroncong Masih Merangkak

Purbalingga – Musik keroncong mencapai puncaknya pada era 1980-an. Hampir setiap institusi di Kabupaten Purbalingga memiliki grup keroncong. Mereka tampil setiap acara resmi. Namun, seiring masuknya genre musik baru dari barat pada 1990-an, penikmat musik keroncong di daerah setempat kian berkurang.

“Musik keroncong meredup,” kata Ketua Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia (Hamkri) Jawa Tengah, Nandang Wijaya.

Grup keroncong yang jumlahnya puluhan berkurang drastis. Orang lebih memilih mengundang organ tunggal.

Padahal waktu itu banyak seniman yang menggantungkan hidup pada keroncong. Kondisi ini berlangsung hingga memasuki 2000.

“Pada 1999 saya membuat Grup Keroncong Nadya Dewi yang beranggotakan pria dan wanita. Dengan segala keterbatasan, masih bisa bertahan hingga sekarang,” ungkapnya.

Kini, kata dia, keroncong di Purbalingga mulai bergeliat. Terlebih lagi sejak Nadya Dewi tampil di berbagai event tingkat nasional maupun internasional dan televisi.”Ibarat orang masih merangkak, belum benar-benar bangkit. Masih perlu didorong,” katanya.

Masalah Regenerasi

Dia mengungkapkan, permasalahan yang dihadapi musik keroncong di Purbalingga sama dengan daerah lain, yakni regenerasi. Anak muda lebih senang mendengarkan musik rock atau pop. “Karena itulah regenerasi sudah harus dipikirkan sejak dini,” tegasnya.

Salah satu metode yang dilakukan Hamkri Purbalingga adalah memperkenalkan musik keroncong ke sekolah. Siswa diajak menyaksikan pertunjukkan keroncong yang sudah dikreasi dengan aliran lain.

Siswa diberi pengertian bahwa musik keroncong bisa dikolaborasi dengan musik lain sesuai dengan kegemaran mereka. “Kami juga melatih bermain keroncong dengan pendekatan yang menyenangkan agar mereka tidak jenuh,” ungkapnya.

Regenerasi pemusik keroncong sebenarnya bukan hanya tugas Hamkri, namun semua pihak terlebih lagi pemerintah. “Alangkah baiknya bila keduanya bisa berjalan bersama,” jelasnya. (71)

Suara Merdeka

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42