Logo kotaperwira.com

Menderita Anemia Aplastik, Ingin Sunat Harus Siapkan 200 Juta

REMBANGAkhir Hartono (36), warga RT 05/08 Desa Makam, Kecamatan Rembang, Purbalingga tak kuasa membendung air mata. Berkali-kali tangannya mengusap mata yang sembab saat mengisahkan penderitaan anak pertamanya, Gilang Efansah (12) yang menderita anemia aplastik.

Bocah kelas 6 MIM Tepus itu diketahui menderita penyakit darah itu sejak duduk di bangku sekolah. Penyakit ini disebabkan kegagalan sumsum tulang membentuk sel-sel darah merah. Akibatnya tubuh mengalami kekurangan sel darah merah dan harus ditransfusi darah.

“Pernah suatu saat dia habis transfusi darah. Sebagian darah itu keluar lewat kencing, sebagian lagi lewat hidung. Namun ternyata ada juga yang berada di bawah kulit paha sampai darah itu terlihat menghitam,” katanya didampingi istri, Tumarsih (32), Selasa (27/11).

Dokter menyarankan agar darah itu dikeluarkan. Namun karena tidak mempunyai kartu jamkesmas, dia harus membayar penuh tindakan itu. Duit dari mana, pikir Akhir. Sebab dia hanyalah pekerja serabutan dan istrinya hanya ibu rumah tangga.

Tanpa pikir panjang, Gilang dibawa pulang. Sebelum pulang, Akhir membeli handuk kecil, perban dan obat luka. Ternyata di rumah, Akhir menyayat sendiri paha Gilang agar darah kotor itu keluar. Untungnya tindakan itu tidak sampai menimbulkan infeksi.

“Sekarang Gilang ingin sunat. Tetapi saya bingung karena dokter pernah bilang kalau sunat dengan sakit anemia aplastik biayanya Rp 200 juta. Itu belum termasuk pengobatannya,” ujar dia yang tinggal di rumah berlantai tanah, berdinding gedek dan beratap seng itu.

Akhir mengharapkan ada pihak-pihak yang bisa membantu dia mendapatkan jamkesmas, termasuk Bupati atau Wakil Bupati Purbalingga. Sebab dengan jamkesmas, dia mempunyai harapan anaknya sembuh total. Dia yakin, jamkesmas akan membiayai semua biaya pengobatan anaknya.

Tags: , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42