Logo kotaperwira.com

Mencuri Karena Sering Dihina, Buron Tiga Tahun Serahkan Diri

Bobotsari – Setelah hampir 3 tahun menjadi buronan polisi, Yhn (31) warga Kecamatan Kalimanah, Minggu (13/2) akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Bobotsari. Pelaku pencurian kendaraan bermotor dan barang elektronik milik majikannya di Bobotsari itu langsung ditahan.

Kapolres Purbalingga, AKBP Roy Hardi Siahaan SIK SH MH melalui Kapolsek Bobotsari, AKP Pudjianto mengatakan, perbuatan pelaku dilakukan pada awal Maret 2008. Dia naik melalui tembok belakang rumah menggunakan pohon pisang yang dirobohkan, pada pukul 18.30. Lalu pelaku naik ke lantai dua rumah majikannya, Armin Runawang (55) pemilik bengkel motor di Desa Majapura, Bobotsari.

“Pelaku berhasil membawa satu kendaraan Jupiter Z, satu unit DVD Polytron, satu helm, satu tas hitam, telepon wireless. Lalu kabur melalui pintu depan, saat keluarga majikannya sedang tak ada di rumah itu,” paparnya, Kamis (17/2).

Setelah sukses membawa kabur seluruh benda itu, pelaku menitipkan barang curian ke rumah temannya dan saudaranya di Kalimanah. Pelaku kabur ke Purwokerto lalu Jakarta. Ketika polisi melakukan penyelidikan, dari beberapa alibi yang ada, menjurus kepada Yhn. Apalagi ada saksi yang mengetahui pada hari kejadian, Yhn datang ke rumah majikannya, padahal bukan waktunya bekerja.

Seluruh barang yang dibawa kabur pelaku berhasil disita di beberapa tempat. Misalnya di rumah salah satu saudara dan rekannya. Seluruh barang bukti akan digunakan saat persidangan di pengadilan. “Sejak pertengahan Maret 2008, pelaku sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Namun akibat pelaku tak pernah berkomunikasi dengan keluarga, upaya jajaran kepolisian mengetahui keberadaan pelaku belum berhasil. Padahal polisi juga tak tinggal diam, terus melakukan pencarian,” tambahnya.

Melalui bujukan salah satu tokoh agama, keluarga pelaku akhirnya bersedia menyerahkan Yhn ke polisi. Yang dilanjutkan dengan penangkapan Yhn di rumah keluarga.

Sementara itu, pelaku Yhn mengaku berbuat nekat karena terlilit hutang sebesar Rp 2,5 juta dan sering dihina mertuanya. Di Jakarta dirinya bekerja di salah satu bengkel sepeda motor. Namun karena berkeinginan segera melunasi hutang itu, seluruh upaya dia lakukan, hingga melakukan tindakan pencurian dengan pemberatan (Curat) itu.

“Saya terlilit hutang dan ingin segera melunasinya. Baru satu kali ini saya melakukn perbuatan mencuri,” ujar lelaki berperawakan sedang itu di depan polisi, Kamis (17/2) kemarin.

Sumber : Radar banyumas

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42