Logo kotaperwira.com

Membuka Daerah Terisolasi Bukan Berarti Merusak Lingkungan

Purbalingga – Bupati Drs H Heru Sudjatmoko MSi mengatakan pihaknya akan berhati-hati dalam upaya membuka daerah terisolasi. Jangan sampai upaya ini justru merusak lingkungan, meniadakan daerah-daerah resapan air, menggunduli hutan-hutan perawan dan sebagainya.

“Makanya kita harus padukan antara peraturan Rencana Tata Ruang Wilayah atau RTRW dengan peraturan tentang lingkungan hidup. Jangan sampai daerah subur dan resapan air, justru dijadikan pemukiman, infrastruktur dan atau bangunan lainnya,” tegasnya, saat membuka Workshop Peningkatan Kapasitas Peran Masyarakat Perdesaan dalam Pengendalian Kerusakan, Pencemaran Lingkungan dan Perubahan Iklim di Andrawina Convention Hall Owabong, Kamis (20/10).

Bupati mengaku pihaknya akan semakin memperketat pengeluaran ijin pembukaan lahan, pembangunan perumahan dan sejenisnya. Bahkan, belum lama ini Bupati menolak permohonan pembukaan lahan di desa Karangjengkol Kutasari yang posisinya berada di lereng Gunung Slamet.

“Di desa Karangjengkol itu ada semacam tandon air dalam tanah yang berarti di lereng Gunung Slamet itu memang daerah resapan air. Nah kalau sampai lahan itu dibuka, tak ada yang menjamin akan bebas dari pendirian bangunan lainnya, lama-lama kalau dibiarkan akan hilang hutan kita. Saya tak mau ambil resiko itu,” jelasnya.

Bupati juga mengaku telah berkomitmen menaruh perhatian pada permasalahan lingkungan hidup meskipun kebijakan itu sangat tidak populer di kalangan kepala daerah yang hanya menjabat 5 tahun. Hal itu dibuktikan dengan masuknya lingkungan hidup dalam salah satu misi kepemimpinannya hingga 2015 mendatang.

“Jangan tanya anggaran untuk itu. Komitmen tak harus diwujudkan dalam anggaran yang besar. Tapi kami memang berencana akan menjadikan KLH itu bukan hanya sebagai kantor tapi juga badan, yang dipimpin eselon II,” imbuhnya.

Workshop yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPLH – LPPM) Universitas Jendral Soedirman (UNSOED) Purwokerto, menjadi tindak lanjut sosialisasi dalam kegiatan yang serupa di Operation Room beberapa waktu lalu. Peserta Workshop sebanyak sekitar 70-an orang berasal dari seleski 400-an orang warga masyarakat Kabupaten Purbalingga, Kebumen dan Banjarnegara. Tindak lanjut workshop ini, akan dilakukan penanaman bambu di Daerah Aliran Sungai (DAS) di tiga kabupaten yang mewakili pegunungan, pantai dan daerah antaranya itu.

Tags: , , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42