Logo kotaperwira.com

Masyarakat Diminta Waspadai Pergerakan NII di Purbalingga

Purbalingga – Bupati Purbalingga Drs H Heru Sudjatmoko, M.Si meminta kepada warga masyarakat untuk mewaspadai pergerakan Negera Islam Indonesia (NII). Para orang tua agar berhati-hati dalam mendidik dan mengarahkan anak-anaknya, dan jangan sampai terjerumus ke NII. Konon NII akan dengan mudah mempengaruhi anak-anak sehingga, masa depannya akan hilang.

“Ada kecenderungan masyarakat dengan mudah menyalahkan pemerintah. Sama seperti halnya, ketika ada berita NII akhir-akhir ini. Saya meminta, pemerintah dan masyarakat untuk saling menjaga dan mewaspadai bersama,” kata Bupati Heru Sudjatmoko ketika membuka pelaksanaan Bulan Bakti Gotong Royong (BBGRM) ke-8 dan peringatan Hari Kesatuan gerak PKK ke-39 yang dipusatkan di Desa Bodas Karangjati, Kecamatan Rembang, Purbalingga, Selasa (3/5).

Dikatakan Bupati Heru, saat ini juga ada kelompok masyarakat yang begitu saja menuntut keadilan dan kemakmuran. Pemerintah dinilai belum bisa memakmurkan masyarakat dan juga belum bisa mewujudkan keadilan. “Kalau kita menunggu makmur dan adil, waktunya akan terbuang sia-sia. Keadilan dan kemakmuran mesti kita ciptakan bersama, dengan bekerja keras, dan bergotong royong serta terus membangun kebersamaan,” kata Bupati Heru.

Di bagian lain Bupati Heru mengungkapkan, ada kecenderungan di tengah masyarakat jika kebersamaan, kegotongroyongan sudah mengalami distorsi dan semakin kabur. Masyarakat cenderung apatis dalam kehidupan sehari-hari. Kegotongroyongan semestinya menjadi ruh setiap upaya pemberdayaan masyarakat. Namun diakui, pelaksanaan kegotongroyongan saat ini menjadi hal yang cukup berat. Banyak kendala yang dihadapi seperti tuntutan pemenuhan kebutuhan keluarga, tuntutan profesi dan jam kerja. Tantangan lain yang cukup berat yakni pengaruh budaya individualisme, materialisme dan kapitalisme.

“Saya percaya masyarakat Purbalingga khususnya di pedesaan, rasa kegotongroyongannya masih tinggi. Namun jika sudah mulai berkurang, kini saatnya kita perlu memotivasi masyarakat membudayakan semangat gotong royong serta menumbuhkembangkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan,” kata Bupati Heru.

Pembudayaan gotong royong, lanjut Heru, paling realistis dimulai dari dalam keluarga. Tim penggerak PKK di setiap tingkatan menjadi motor penggerak pelaksanaan pembudayaan gotong royong. “Dimulai dari lingkup yang terkecil yakni keluarga, maka kebersamaan dan kegotongroyongan harus terus kita tumbuhkan,” harap Bupati Heru.

Bantuan RT Segera Cair

Di bagian lain Bupati Heru juga menjanjikan, bantuan hibah untuk Rukun Tetangga (RT) yang besarannya Rp 1 juta per RT akan bisa dicairkan mulai Juni atau Juli 2011 mendatang. Bantuan itu nilainya memang kecil, tapi jika dimanfaatkan yang baik untuk simpan pinjam dan memberdayaan ekonomi rakyat dalam skala kecil akan sangat bermanfaat. Jika didukung dengan semangat gotong royong, tentunya bantuan RT ini jumlahnya bisa bertambah. Misalnya ada warga yang mampu dan memberikan simpanan untuk dikembangkan oleh pengurus RT.

“Total jumlah RT yang telah terdaftar sebanyak 4.968. Jadi total anggaran yang akan dikucurkan hampir mencapai Rp 5 milyar. Ini tentunya bukan nilai yang kecil, dan sudah selayaknya untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” pinta Bupati Heru.

Evaluasi Program Pemberdayaan

Bupati Heru juga menambahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap program-program pemberdayaan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Seperti Program Stimulan Pemugaran Rumah Keluarga Miskin (PSPR Gakin), program Padat Karya Pangan (PKP), program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat. “Untuk program JPKM sudah perlu harus dievaluasi karena sudah ada program Askeskin dari pemerintah pusat dan Jamkesda dari Pemerintah Provinsi,” kata Heru.

Sementara itu dalam pencanangan BBGRM, Bupati Heru juga menyampaikan penghargaan kepada desa-desa yang berprestasi, bantuan sarana kesehatan untuk pendukung Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan KB Kesehatan. Selain itu juga dilakukan penebaran 15 ribu benih ikan di perairan umum Sungai Gintung dan Sungai Bodas yang melintas di wilayah Kecamatan Rembang, dan pameran produk kerajinan masyarakat serta UKM.

Purbalinggakab

Tags: , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42