Logo kotaperwira.com

Masih Ada Pandangan Keliru, Darah PMI Harus Beli

PURBALINGGA – Pandangan masyarakat yang menilai jika darah dari Unit Donor darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) harus dibeli, adalah pandangan keliru. Darah yang diambil dari pendonor masih memerlukan serangkaian proses termasuk pemeriksaan yang membutuhkan bahan reagent yang harganya mahal.

“Imej ini memang harus dikikis agar masyarakat tidak berpandangan negatif. Perlu kesabaran dan sosialisasi bahwa darah yang didonorkan masih harus diproses dan diperiksa,” kata Arfat Lusianto, Tim Pembina UDD Pusat saat melakukan pembinaan di UDD PMI Purbalingga, Rabu (21/11).

Tim yang beranggotakan Kabid Pembinaan dan Kendali Mutu UDD PMI Pusat dr Ria Syafitri, serta teknisi transfusi darah Tina Sukmawardani dan Ermiwati, melakukan pembinaan selama tiga hari hingga Jum’at (23/11).

Tim diterima oleh Wakil Ketua PMI Purwanto SH MM dan pengurus PMI bidang UDD Ir Prayitno MSi, penanggungjawab teknis UDD dr Minta Rahayu, para karyawan UDD, serta PMI Purbalingga.

Dikemukakan Arfat, pembinaan yang dilakukan untuk melihat secara menyeluruh kegiatan UDD mulai dari proses donor darah hingga distribusi.

“Kami juga melakukan overview serta melakukan serologi golongan darah. Jika ada hal baik di UDD pusat atau pengalaman di kota lain, akan kami sampaikan sebagai bahan untuk perbaikan,” ujar Kasi Kendali Mutu dan Rujukan UDD PMI Pusat.

Wakil ketua PMI Purbalingga Purwanto mengungkapkan, pihak PMI terus berupaya menggugah kesadaran masyarakat untuk melakukan donor darah guna membantu warga lain yang membutuhkan.

“Jika masih ada pandangan keliru soal darah yang harus dibeli, kami bisa memakluminya. Itu menjadi bagian tugas kami dan UDD untuk terus memberikan pemahaman kepada masyarakat,” katanya.

Tags: ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42