Logo kotaperwira.com

Lisa Ariandini: Tari Tradisional Itu Asyik dan Penuh Makna

BOBOTSARI – Sejak taman kanak-kanak, dia sudah akrab dengan seni tari. Ketika masih belia, dia sudah gemar mengolah gerak tubuh dan memadukannya dengan musik tradisional.

Dia adalah Lisa Ariandini, siswa kelas XII IPA SMA 1 Bobotsari. “Saya dari TK sudah ikut lomba. Kemudian vakum sampai kelas tiga SD. Dari kelas tiga sampai sekarang, saya aktif mengikuti berbagai lomba,” kata dia.

Kini saat memasuki sweet seventeen, Dini, sapaan akrab gadis itu, sudah merasakan keindahan hasil usahanya. Melalui menari, dia sudah berkeliling Indonesia.

Tahun 2011, Dini mewakili provinsi Jateng dalam ajang festival lomba seni nasional di Makasar, Sulawesi Selatan. Meski menduduki posisi 13 dari 33 peserta se-Indonesia, nama Purbalingga sudah berkibar.

Ketika itu, dia membawakan Tari Indel, sebuah olah gerak yang mengisahkan perjuangan hidup penderes nira kelapa di Desa Bumisari, Bojongsari. “Kata Indel, diambil dari proses pengolahan gula merah,” papar penggemar nasi goreng itu.

Menurutnya, tari tradisional sarat makna. Setiap gerak, memiliki makna tentang kehidupan. “Gerak tangan, mata, dan kaki, semua menyimpan arti. Kalau tari modern mungkin hanya sebatas gerak mengikuti irama tanpa ada maknanya,” kata Dini.

Dini mengaku masih sering deg-degan. Dia mengakui, musuh terbesarnya selama ini adalah dirinya sendiri. Dia selalu berusaha keras untuk menghafal setiap gerak tubuh tersebut agar bisa tampil prima.

“Yang terpenting ketenangan, justru kalau terlalu dipikir, setiap geraknya malah jadi lupa. Jadi yang terpenting menenangkan diri dulu,” ujar gadis yang suka membaca novel ini.

Dengan segudang prestasinya dan semangat mengakarkan seni tari tradisi, Dini masih berupaya memeroleh nilai terbaik di bangku sekolah.

Tags: , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42