Logo kotaperwira.com

Lima Desa Dapat Hibah Rp 200 Juta Terkait Pamsimas 2011

Purbalingga – Dana Hibah Insentif Desa (HID) masing- masing Rp 200 juta bakal diberikan kepada lima desa sasaran program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Purbalingga, tahun 2011 ini. Masing- masing yaitu Desa Bandingan Kecamatan Kejobong, Desa Palumutan (Kemangkon), Desa Sidanegara (Kaligondang) dan Desa Larangan serta Desa Panunggalan Kecamatan Pengadegan.

Salah satu anggota tim DPMU (District Project Management Unit) Purbalingga, Muhammad Fuad Akhyar ST menjelaskan, keseluruhan terdapat 74 desa dan kelurahan dari 46 kabupaten dan kota di 12 provinsi yang menerima dana HID dari Kementerian Pekerjaan Umum itu. Paling banyak Provinsi Jawa Tengah, yaitu 14 kabupaten dan kota serta 30 desa penerima.

“Jika dilihat seluruh Indonesia, hanya Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Grobogan yang paling banyak menerima dana HID, yaitu lima desa. Selain kedua kabupaten itu, ada yang hanya satu desa penerima dan memang tak sebanyak di Purbalingga dan Grobongan,” kata Fuad, Jumat (9/9).

Lebih lanjut dikatakan, beberapa waktu sebelumnya, tim DPMU Purbalingga telah melakukan penilaian terhadap delapan desa sasaran Pamsimas. Kemudian melalui Panitia Seleksi HID Program Pamsimas Provinsi Jateng dan bermuara di Kementerian Pekerjaan Umum, kelima desa itu terpilih sebagai penerima dana HID, bersama 69 desa dan kelurahan se Indonesia.

Ditambahkan Fuad, untuk mendapatkan dana HID, sebuah desa harus memenuhi sejumlah persyaratan ketat. Antara lain belum pernah mendapatkan HID, keberadaan Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) dan Badan Pengelola Sarana Air Minum dan Sanitasi (BP SPAMS) sudah berjalan lebih dari enam bulan.

“Desa bersangkutan juga harus bebas buang air besar sembarangan. Atau dengan istilah sudah berstatus ODF (Open Defecation Free),” tambahnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, di desa Bandingan kecamatan Kejobong menerapkan aturan jika buang air besar (BAB) sembarangan akan dikenai sanksi. Karenanya, mereka mulai meninggalkannya hingga saat ini. Karena jika melanggar, desa akan memberikan sanksi berupa denda uang atau kerja bakti kepada warga bersangkutan.

Kesepakatan warga telah dituangkan dalam deklarasi untuk tidak BAB sembarangan, April lalu. Deklarasi juga menghadirkan Bupati Purbalingga Drs Heru Sudjatmoko MSi sebagai saksi. Bebas BAB sembarangan itu merupakan lanjutan dari Pamsimas yang menggerakkan warga masyarakat ke arah hidup yang higienis.

Tags: , , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42