Logo kotaperwira.com

"Langka Receh" Raih Penghargaan Khusus FFI 2012

Film Pendek yang Mencerminkan Kearifan Lokal

PURBALINGGA – Mengulang sukses di Festival Film Indonesia (FFI) 2010, film besutan anak-anak remaja SMP Negeri 4 Satu Atap Karangmoncol, Purbalingga kembali menyabet Penghargaan Khusus Film Pendek di ajang serupa, 2012. Tahun ini film mereka bertajuk Langka Receh besutan Miftakhatun dan Eka Susilawati itu, diganjar Penghargaan Khusus Film Pendek sebagai Film yang Mencerminkan Kearifan Lokal.

“Bangga, membawa nama baik sekolah dan Purbalingga. Meskipun tidak membawa piala Citra karena pihak penyelenggara tidak menyediakan bagi peraih Penghargaan Khusus. Karena itu, kami sempat meminjam piala untuk berfoto,” ungkap Eka Susilawati usai malam penganugerahan FFI di Benteng Vredeburg Yogyakarta, Sabtu (8/12) malam.

Film produksi Sawah Artha Film SMP Negeri 4 Satu Atap Karangmoncol Purbalingga itu akan bersaing dengan empat film Long Imagine (Forum Filmmaker Pelajar Bandung), Memburu Harimau (Mediatif Film Workshop), Rahasia (Karya Set Film) serta Wan An (FFTV IKJ) yang akhirnya meraih penghargaan Film Pendek Terbaik FFI 2012.

Simbol Kebanggaan

Berbeda dengan penyelenggaraan FFI tahun-tahun sebelumnya, penghargaan khusus tetap berhak atas piala meskipun dalam bentuk yang sedikit berbeda. Bagaimanapun, bagi anak-anak gunung dari sebuah desa bagian utara Purbalingga, piala itu akan menjadi simbol kebanggaan.

Film Langka Receh berdurasi 5 menit itu berkisah tentang perilaku tidak jujur pedagang yang ada di sekitar kita. Pedagang kerap memberikan kembalian kepada pembeli bukan dalam bentuk uang tapi barang seperti permen.

Guru pembina ekskul sinematografi Aris Prasetyo mengatakan, penghargaan-penghargaan yang diterima dari karya-karya film memantik anak-anak desa untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMP.

“Namun, belum dibarengi dengan fasilitas ruang kelas yang memadai,” ungkap pengajar yang belajar film sudah sejak 2004 ini.

Seperti halnya film-film pendek karya Sawah Artha Film sebelumnya, Langka Receh yang diproduksi awal 2012 ini menyandang sederet penghargaan, seperti Film Terbaik Kedua Kids International Film Festival (KidsFest) 2012, Film Terbaik (Gayaman Award) Festival Film Solo (FFS) 2012, Film Pendek Fiksi SMP Terbaik Festival Film Purbalingga (FFP) 2012.

Kemudian Juara 3 Lomba Cipta Film 50 Tahun Lesbumi 2012, Juara 2 Festival Film Integritas 2012, serta Penghargaan Khusus Juri Jambore Film Pendek 2012 yang digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Terpisah, Direktur Jaringan Kerja Film Banyumas, Dimas Jayasrana mengatakan, pencapaian “anak-anak gunung” itu jangan dijadikan hal yang romantis dan klise. Tapi penghargaan khusus juri FFI 2012 harus diapresiasi.

“Semoga masyarakat Banyumas Raya paham apa makna penghargaan tersebut bagi mereka. Bila pemerintah abai, mestinya masyarakat bersikap,” tandasnya.

Tags: , , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42