Logo kotaperwira.com

Kualitas Jelek, Harga Gula Kelapa Purbalingga Turun

Purbalingga – Akibat pengaruh cuaca yang tidak menentu, kualitas hasil produksi gula kelapa di Kabupaten Purbalingga menurun. Rendahnya kualitas gula menyebabkan harga gula kelapa di tingkat petani murah.

Harga gula kelapa di tingkat petani berkisar Rp 4.900/kg, padahal sebelumnya mencapai Rp 6.000/kg, menyusul harga di pasaran berkisar Rp 6.000, dari sebelumnya Rp 7.000/kg.

Sejumlah petani gula kelapa Desa Palumbungan Wetan, Kecamatan Bobotsari menuturkan, air nira dari pohon kelapa sekarang kurang bagus akibat pengaruh cuaca. Jika diproduksi menjadi gula, warnanya menjadi kehitam-hitaman. “Air nira kelapa yang sudah dimasak menjadi gula juga susah dicetak karena lembek,” tutur Kartono (40), salah satu petani desa setempat.

Dikatakan, penurunan harga akibat pengaruh cuaca, sudah dirasakan sejak lima bulan lalu. Akibatnya pendapatan petani menurun. “Saya setiap hari mampu memproduksi delapan kilogram. Bila diuangkan, pendapatan saya Rp 30.000, padahal sebelumnya bisa mencapai Rp 48.000,” ujar dia.

Pendapatan yang diperoleh Kartono tidak satu minggu penuh, karena umumnya petani gula kelapa menggunakan sistem bagi hasil dengan pemilik pohon. “Pendapatan hasil jual gula sekarang sangat sedikit karena harganya sedang murah,” imbuh dia.

Petani gula kelapa lainnya, Kasiah (35) menambahkan, penurunan pengahasilan ini cukup mengancam roda ekonomi warga, karena penghasilan warga hanya dari penjualan gula kelapa. “Nasib petani sekarang sedang kurang baik, karena penghasilan yang diperoleh pas-pasan untuk mencukupi kebutuhan keluarga,” ujarnya.

Sementara pedagang gula kelapa Ali Eko Saputra (29) menjelaskan, produksi gula kelapa sekarang ini cenderung melimpah sehingga mempengaruhi harga pasaran, sementara permintaan pasar cenderung normal. “Sekarang gula dari petani sedang banyak, jadi harganya turun,” katanya.

Dia membeli gula dari sentra penghasil gula kelapa di wilayah Ajibarang, Banyumas. Gula tersebut didaur ulang atau dicetak lagi agar terlihat bagus dan sesuai dengan permintaan konsumen. Gula yang diproduksi dipasarkan di Purbalingga dan Pemalang.

Setiap hari ia mampu memproduksi sebanyak 14 kuintal dengan harga pasar saat ini berkisar Rp 6000/kg. “Saya masak lagi agar bagus dan laku dijual di pasar,” katanya.

Suara Merdeka

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42