Logo kotaperwira.com

Kontraktor Warga Purbalingga Terpidana Korupsi Dikabarkan Divonis Bebas

Batang – Terpidana kasus korupsi normalisasi kali Belo Bendung Bandung Desa Boja Kecamatan Tersono, yaitu Sudono (53) warga Dusun I Desa/Kecamatan Kalimanah Purbalingga yang bertindak sebagai kontraktor, dikabarkan divonis bebas oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jateng.

Kabar ini disesalkan sejumlah kalangan. Pasalnya di PN Batang, Sudono divonis satu tahun penjara dan denda Rp 50 juta. Sementara untuk terpidana lain yang bernama Sukoco (36) yang juga staf BMSDA Batang telah divonis bersalah.

PHBI Jateng dan Gertak Akan Eksaminasi Publik

Denny Septiviant dari PHBI Jawa Tengah dan Wahyu Ardianto dari Gertak pada Selasa (9/8) menemui Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang untuk menyampaikan hal tersebut, karena diduga ada penyimpangan dalam keputusan PT Jateng. Namun sebelum ke Kajari, mereka berdua mendatangi PN Batang untuk menanyakan terkait vonis bebas Sudono.

“Kami sudah mendatangi PN Batang untuk menanyakan vonis bebas Sudono, jika itu benar maka kami akan melakukan eksaminasi publik,” terang Denny.

Denny mengatakan eksaminasi tersebut dilakukan untuk melihat apakah putusan tersebut sudah sesuai dengan prosedur yang ada, dan apakah ada hal-hal yang dilanggar dalam keputusan itu atu tidak. Dan pihaknya akan mengajak pakar-pakar hukum dari Universitas yang ada di Indonesia untuk melaksanakan eksaminasi tersebut.

Eksaminasi ini juga agar publik tahu permasalahan yang sebenarnya dan juga warning bagi aparat penegak hukum, dan jika ditemukan penyimpangan maka akan penuntut umum akan mengajukan Kasasi ke Mahkamah Konstitusi (MA).

“Apabila ada penyimpangan secara kode etik, juga akan mengajukan ke Komisi Yudisial (KY) tentang keputusan bebas tersebut,” lanjutnya.

Dijelaskan, untuk Kabupaten Batang sudah termasuk bagus dalam memberantas kasus korupsi, namun jika ada sedikit cacat maka akan menjadi contoh bagi daerah lain. Untuk itu pelaksanaan pemberantasan kasus korupsi yang sudah baik ini agar bisa dijaga.

Eksaminasi sendiri biasanya dilakukan di kota-kota besar bila ada keputusan yang janggal, dan saat ini akan mencoba melakukan eksaminasi di Kota/Kabupaten seperti Batang.

Denny meminta kepada para penegak hukum untuk mengambil tindakan dengan adanya kasus ini, karena dari data yang ada Hakim Ketua yang menangani kasus ini sama dengan hakim yang menangani kasus Ir Edi Karyoso, dan dalam putusannya juga memvonis bebas.

“Karena hakim yang menangani kasus Sudono dan Karyoso sama dan juga memutuskan bebas keduanya, maka ada kesan mengada-ada tentang vonis kasus ini,” jelas Denny.

Sementara itu Wahyu Ardianto dari Gertak menanyakan kepada Kajari kenapa penanganan untuk perkara terkait Bupati Batang belum bisa tersentuh oleh hukum. dan sampai saat ini belum ada pemeriksaan kepada Bupati Batang.

Dia juga mengatakan banyak anggota Dewan periode 1999-2004 yang menerima dana dari Bupati Batang sehari sebelum purna tugas di ruang Mawar Pemda Batang, yang diduga merugikan negara sebesar Rp 796 juta. Sehingga dia mendesak Kejaksaan untuk segera memproses kasus tersebut.

“Banyak anggota Dewan yang menerima uang dari Bupati, tapi kenapa sampai saat ini kasus tersebut belum tersentuh oleh hukum,” tanya Wahyu.

Menanggapi hal tersebut, Kajari Batang Jhonny Manurung SH mengatakan bahwa pihaknya menghormati keputusan PN Jateng, namun pihaknya tetap akan mengajukan Kasasi terkait vonis bebas tersebut. Sementara untuk kasus ruang Mawar Kejari akan melakukan pendalaman kasus tersebut dengan memanggil orang-orang yang menerima dana tersebut.

“Saya sudah menghubungi pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng untuk melakukan melakukan pendalaman kasus ini,” jelas Kejari.

Dijelaskan bahwa Kajati sendiri akan membentuk tim untuk melakukan pendalaman kasus tersebut dengan melibatkan Kasi-kasi yang ada di Kejari Batang, dan dalam waktu dekat juga akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap para anggota Dewan periode 1999-2004 yang menerima uang tersebut.

Tags: , , , , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42