Logo kotaperwira.com

Konsep Pasar Segamas Dinilai Tak Jelas, Tradisional atau Modern

PURBALINGGA – Konsep Pasar Segamas sampai saat ini dinilai tak jelas. Sejak resmi beroperasi pasar terbesar di Purbalingga ini rencananya mengadposi pasar moderen Bumi Serpong Damai (BSD). Namun, realisasinya sampai saat ini belum terlihat. Masyarakat juga belum terlalu melihat jelas konsep pasar ini, apakah sebagai pasar tradisonal atau sebagai pasar modern.

Hal itu dikatakan anggota Komisi B DPRD Kabupaten Purbalingga, Wastoto Ali Maskur, usai rapat dengan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Purbalingga di ruang rapat Komisi B, Selasa (14/2) siang kemarin. Dirinya mengatakan, Pemkab diminta memperjelas konsep Pasar Segamas dahulu sebelum memikirkan pengelolaannya kemudian.

“Menurut kami, siapapun pengelola, baik Dinas, Perusda dan lainnya tidak masalah, yang penting konsep pasar itu jelas. Kalau semua sudah siap dan jelas konsepnya, baru memikirkan yang lain,” ujarnya.

Wastoto mengatakan, selama ini Pasar Segamas tentu sudah dibantu pendanaan yang rutin oleh pemerintah. Dana tersebut tentu tidaklah sedikit, baik untuk pembenahan, operasional dan lainnya. Tapi, sampai saat ini tak ada perkembangan yang jelas.

“Kalau jelas konsepnya, misalnya pasar modern, pasar harus diupayakan higienis, bersih dan memenuhi aspek penilaian pasar modern lainnya.Tapi saat ini justru masih menyisakan beberapa persoalan. Juga masih terlihat kumuh dan kotor di beberapa titik,” tambahnya.

Kedepan, jika konsepnya jelas, harus ada komitmen atau upaya agar semua pihak termasuk jajaran PNS dari golongan paling rendah hingga pejabat juga berbelanja di Pasar Segamas. Kondisi itu bisa terwujud jika konsep pengelolaan Pasar Modern diperjelas.

Sementara itu Kepala Dinperindagkop kabupaten Purbalingga, Agus Winarno MSi mengatakan, untuk tahun ini pihaknya menerima alokasi dana untuk pembenahan Pasar Segamas hingga Rp 3 miliar. Dana itu akan segera direalisasikan untuk pembangunan Awning di blok F sekitar Rp 1,1 M. Lalu untuk pavingisasi, pengecatan, pembuatan pagar dan saluran (drainase).

“Kita akan berupaya membangun awning yang lebih nyaman. Meski tidak simetris dengan awning sebelumnya, namun tetap memberikan kenyamanan pada padagang maupun pengunjung,” jelasnya.

Data yang dihimpun Radarmas, jumlah pedagang di lokasi pembangunan awning yang sudah memiliki lapak sekitar 600 pedagang. Namun saat ini belum semua pedagang beroperasi.

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42