Logo kotaperwira.com

Kleptokrasi di Pemerintahan Ancam Birokrasi

Purbalingga – Budaya kleptokrasi atau kebiasaan mencuri di kalangan birokrasi, merupakan budaya yang harus diwaspadai. Budaya ini merupakan penyakit yang akan merugikan keuangan negara atau keuangan daerah. “Jika kleptomania merupakan penyakit kejiwaan yang pelakunya merasa puas setelah mencuri, meski barang yang dicuri tidak seberapa nilainya, tetapi ancaman penyakit kleptokrasi justru lebih membahayakan pejabat atau PNS,” kata Staf Ahli Bupati Purbalingga Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Drs Pratikno Widiarso, M.Si.

Pratikno mengemukakan hal tersebut saat menjadi inspektur upacara pengibaran bendera luar biasa di halaman Pendopo Dipokusumo, Senin (20/6).

Kleptokrasi, jelas Pratikno, adalah istilah yang mengacu kepada sebuah bentuk administrasi publik yang menggunakan uang dari publik untuk memperkaya diri sendiri. Kleptokrasi berarti kejahatan aparat birokrasi yang memanfaatkan uang dan atau barang milik negara/daerah untuk kepentingan pribadi atau keluarga dan golongannya dengan cara memanipulasi administrasi. “Anehnya, kleptokrasi ini dilakukan berulang-ulang tanpa disadari telah diketahui oleh orang lain,” kata Pratikno.

Pratikno mengingatkan, untuk menghindari penyakit kleptokrasi, mulai dari para CPNS hingga pejabat di tataran tertinggi agar memegang peraturan yang berlaku sebagai aparatur pemerintah. “Penyakit kleptokrasi, tidak ada dokter yang mampu menyembuhkannya. Yang bisa menyembuhkan hanya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), ” kata Pratikno.

10 Budaya Malu Pegawai

Dibagian lain, Praktikno mengingatkan kepada para PNS dan CPNS akan 10 budaya malu. Budaya malu itu meliputi, lau terlambat masuk kantor, malu tidak ikut apel, malu sering tidak masuk kerja tanpa alasan, malu sering minta ijin tidak masuk, malu bekerja tanpa program, malu pulang sebelum waktunya, malu sering meninggalkan meja kerja tanpa alasan penting, malu bekerja tanpa pertanggungjawaban, malu pekerjaan terbengkelai, dan malu berpakaian seragam tidak rapi.

Seorang pegawai, masih kata Pratikno, baik mulai dari CPNS hingga PNS, haruslah bekerja secara ikhlas. Menjadi PNS atau CPNS haruslah bersyukur. Wujud syukur itu disikapi dengan melaksanakan tugas dengan baik dan benar dan memegang 10 budaya malu tersebut. Untuk yang CPNS juga diminta agar disiplin. “Saya melihat, jika ada yang apel ya orangnya itu-itu saja. Ini tentunya tidak sesuai dengan budaya malu dan kedisiplinan seorang pegawai,” kata Pratikno.

Tags: , , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42