Logo kotaperwira.com

Kesejahteraan Petani Ikan Purbalingga Menurun

Purbalingga – Kesejahteraan para petani ikan di Kabupaten Purbalingga pada tahun 2010 cenderung menurun bila dibandingkan dengan tahun dasar 2007. Penurunan ini diakibatkan pendapatan yang diperolah tidak seimbang dengan pengeluaran.

Berdasarkan data nilai tukar petani (NTP) sektor perikanan Kabupaten Purbalingga 2010 pada April mencapai 91.10, menyusul Agustus 90.40, sedangkan Desember 91.14. Dengan demikian nilai rata-rata NTP 92.03. Jumlah itu belum mencapai nilai dasar perhitungan tahun 2007 sama dengan 100. Sementara, nilai rata-rata yang melampaui nilai dasar tahun 2007 adalah sektor holtikultura 113.08.

Nilai NTP diperoleh dari hasil bagi antara indek terima dengan indek bayar dikalikan 100. Indek terima adalah harga yang berlaku dari komoditas hasil pertanian, sedangkan indek bayar adalah harga-harga yang berlaku pada kebutuhan petani, termasuk konsumsi dan sarana produksi (saprodi, Red). Adapun nilai indek terima pada Desember 2010 mencapai 163.54, sedangkan indek terima 172.48.

Menurut Kasi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Purbalingga, Rohman Suwarto, menurunnya kesejahteraan para petani ikan disebabkan biaya saprodi terlalu tinggi, sementara nilai produksi menurun. Bila dibandingkan dengan tahun 2007, secara umum kenaikan mencapai 63.54. “Bisa pendapatannya tetap, tapi biaya operasionalnya naik. Sehingga kesejahteraannya menurun,” katanya.

Hal sama juga terjadi pada sektor tanaman perkebunan rakyat yang rata-ratanya mencapai 92.94 dan peternakan 92.03. Sedangkan yang kesejahteraannya meningkat berdasarkan perhitungan NTP ada pada sektor padi palawija dan holtikultura. Pada sektor ini harga gabah sempat melambung tinggi. Ini berpengaruh pada indek terima yang nilai rata-rata mencapai 103.42.

Sementara itu pengurus kelompok tani Mina Taruna Desa Mangunegara, Kecamatan Mrebet Ahmad Rohidi mengakui, produksi ikan air tawar menurun akhir-akhir ini. Hal tersebut diakibatkan lemahnya permodalan para petani dalam mengembangkan usaha sektor perikanan. “Karena modalnya sedikit, banyak petani yang malas memproduksi ikan,” katanya.

Dia menambahkan, pendapatan para petani ikan di kelompok Mina Taruna tidak begitu besar, tapi sedianya bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarga. “Penghasilan tidak terlalu banyak, yang penting usahanya bisa jalan untuk mencukupi kebutuhan,” katanya.

Sumber : Suara Merdeka

Tags: , , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42