Logo kotaperwira.com

Kepsek Harus Kembalikan Dana BOS

Kasus Perampokan BOS SMPN 1 Kejobong

PURBALINGGA – Entah mimpi apa Kepala SMPN 1 Kejobong Haryono. Dia yang menjadi korban perampokkan dana BOS pada Selasa (17/7) lalu, kini harus mengembalikan uang bantuan tersebut. Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga menyatakan, yang bersangkutan wajib mengembalikan dana itu ke sekolah karena hilangnya dana itu mengancam kegiatan yang dibiayai dana BOS tersebut.

Selain alasan tersebut, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dindik Kabupaten Purbalingga, Sarjono, mengatakan, tanpa mendahului hasil penyelidikan polisi, kepala sekolah dinilai lalai atau teledor dengan membiarkan uang di kendaraan. “Padahal jumlahnya tidak sedikit dan itu milik sekolah untuk kegiatan siswa,” katanya, Rabu (18/7).

Manajer BOS Kabupaten itu juga mengatakan, mekanisme pengembalian disesuaikan dengan aktifitas sekolah. Yang jelas jika ada kegiatan yang dibiayai dana BOS, kepala sekolah harus siap. “Artinya yang bersangkutan mesti menyiapkan uang sebesar keperluan saat itu atau terserah internal sekolah,” ujar Sarjono.

Lebih jauh, dia mengatakan, hasil komunikasi dengan kepala sekolah Sarjono, yang bersangkutan menyatakan sudah siap untuk mengembalikan dana tersebut. “Saya tak sampai membayangkan sekolah itu tidak memiliki dana untuk mengganti dana BOS yang hilang. Kepala sekolah sudah janji mengembalikan dana itu. Jadi saat akan digunakan, sudah ada,” ujarnya.

Dia menegaskan, penggunaan dana BOS yang diganti kepala sekolah tersebut tetap mengacu pada aturan yang ada. “Semua ada laporan pertanggungjawabannya. Jadi uang itu dipakai untuk apa saja dan lainnya, wajib dilaporkan. Itu untuk tahapan pencairan BOS selanjutnya,” tambahnya.

Tahun ini, untuk kabupaten Purbalingga, total alokasi dana BOS SD dan SMP sebesar Rp 72,9 milyar. Setiap triwulan sekitar total Rp 18 milyar. Dana yang kemarin raib itu merupakan pencairan BOS triwulan pertama.

Sarjono mengatakan, untuk mengantisipasi kejadian itu terulang, pihaknya sudah berkoordinasi dengan bank yang ditunjuk terkait mekanisme pencairan BOS mendatang. Terutama bagi sekolah yang jauh dari bank bersangkutan. Tujuannya agar semua bisa berjalan aman dan dana juga bisa tepat waktu. “Kami sudah membicarakan dengan Bank Jateng. Segera kita sosialisasikan. Khususnya bagi sekolah yang jauh dari bank itu,” ujarnya.

Sementara itu, pada hari yang sama, jajaran Satreskrim Polres Purbalingga sudah mendapatkan rekaman kamera CTV di Bank Jateng. Dari adegan yang ada, ada seorang yang berperawakan kecil masuk tanpa menggunakan kartu antre. Kemudian duduk dan mulai mengamati sekitar sembari menelepon.

Sumber yang dihimpun Radarmas, nampak kepala sekolah menggunakan baju Korpri mengambil uang tunai. Kemudian saat sudah diluar, diperkirakan sudah ada yang siap melakukan aksi parampokan itu. Polisi masih menyediliki kasus ini dan berupaya keras mengungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, dua orang rampok berhasil menggasak uang tunai sebanyak Rp 58 juta milik SMPN 1 Kejobong untuk dana BOS, Selasa (17/7) pagi kemarin. Aksi itu dilakukan saat kendaraan kepala sekolah parkir di depan warung makan, usai pengambilan tunai dari Bank Jateng Purbalingga. Sumber: Radar Banyumas.

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42