Logo kotaperwira.com

Kementrian Pertanian Salurkan 4 Trilyun untuk Pemberdayaan Gapoktan

Purbalingga – Kementerian Pertanian (Kementan) RI menyalurkan dana sekitar Rp 4 trilyun untuk pemberdayaan petani melalui program PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis Pertanian). Dana ini disalurkan kepada 40.000 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sejak tahun 2008 di seluruh Indonesia.

Direktur Pembiayaan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan RI, Ir Mulyadi Hendiawan, MM mengatakan, PUAP merupakan program pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada pengembangan usaha agribisnis dalam bentuk fasilitasi bantuan modal usaha kepada petani yang dikoordinasikan oleh Gabungan kelompok Tani (Gapoktan).

“Setiap Gapoktan menerima dana sebesar Rp 100 juta, yang disalurkan langsung melalui rekening Gapoktan. Sejak tahun 2008, perkembangan dana cukup menggembirakan, meski di beberapa daerah mengalami kendala dan permasalahan,” kata Mulyadi Hendiawan, disela-sela melakukan kunjungan ke Kabupaten Purbalingga, Senin (27/6).

Kunjungan Mulyadi Hendiawan juga disertai Direktur Alsintan (Alat Mesin Pertanian) Ditjen PSP Ir Bambang Santosa, M,Sc dan sejumlah pejabat Kementan lainnya. Rombongan diterima Bupati Purbalingga Drs H Heru Sudjatmoko, M.Si, Aasisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesra Ir Susilo Utomo, M.Si, Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan (Dintanhutbun) Ir Lily Purwati, serta sejumlah pejabat lainnya.

Rombongan meninjau hasil pembangunan embung Lideng di Desa Karangasem, Kecamatan Kertanegara, UPPO (Unit Pengolahan Pupuk Organik) Kelompok Sri Lestari, Desa Penolih, Kaligondang, dan melakukan peletakan batu pertama pembangunan UPPO di Desa Mipiran, Kecamatan Padamara.

Dikatakan Mulyadi Hendiawan, selain dana PUAP, Kementerian Pertanian melalui Ditjen PSP pada tahun 2011 ini juga menyalurkan anggaran sekitar Rp 4,2 trilyun. Dana ini diberikan melalui bantuan sosial dengan berbagai program dan kegiatan seperti paket UPPO, alat mesin pertanian, pembangunan jaringan irigasi, pengembangan sumur resapan dan berbagai kegiatan lain.

“Kami menerima banyak proposal dari berbagai daerah di Indonesia, namun kami tetap selektif dengan mempertimbangkan aspek kemanfaatan dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami tidak ingin, bantuan yang disampaikan kepada petani justru akan sia-sia,” kata Mulyadi.

Sementara itu Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesra Sekda Purbalingga Ir Susilo Utomo, M.Si mengatakan, dana PUAP di Purbalingga sejak tahun 2008 hingga 2010 telah diberikan kepada 108 Gapoktan. Untuk tahun 2011 ini, dana akan diberikan kepada 28 Gapoktan yang masih dalam tahap seleksi dan persiapan.

Perkemangan dana PUAP, jelas Susilo Utomo, cukup menggembirakan. Tahun 2008 dari dana Rp 3,5 milyar, kini menjadi Rp 4.560.674.081,- meningkat 30,30 persen. Tahun 2009 dari Rp 4,8 milyar menjadi Rp 6.147.366.000,- meningkat 28,07 persen. Tahun 2010 dari Rp 2,5 milyar, menjadi Rp. 2.793.193.000,- meningkat 11,72 persen dalam waktu 5 bulan.

Penyimpangan

Meski perkembangan cukup membanggakan, namun diakui Susilo Utomo, masih ada permasalahan di lapangan. Ada anggapan sebagian petani jika dana PUAP merupakan hibah, kemudian ada anggapan pelaksanaan program PUAP hanya satu tahun atau hanya sampai pada penyaluran di tingkat petani. “Kami akui pula, pada penyaluran PUAP tahun 2008 dan 2009, ada penyimpangan, penyalahgunaan wewenang, dan pembiayaan bermasalah ditingkat petani. Namun, permasalahan ini, kami coba menekan sekecil mungkin dengan melakukan berbagai langkah pengawalan terhadap pengelolaan keuangan, sosialisasi terus menerus dan pelatihan manajemen bagi pengelola,” kata Susilo.

Tags: , , , ,  , LOGO KELOMPOK TANIproposal UPPOCONTOH PROPOSAL UPPOjalur pengembangan usahaproposal bantuan dana pertanianproposal pembangunan irigasiproposal gapoktanproposal pembuatan embungproposal bantuan modal usahaproposal dinas
Source: Purbalinggakab

Leave a Reply

close(x)
Pasang Iklan