Logo kotaperwira.com

Kekeringan Meluas, Petani Lakukan Pompanisasi

PURBALINGGA – Kekeringan semakin meluas di wilayah Purbalingga dan Cilacap, Jawa Tengah (Jateng). sudah banyak upaya yang dilakukan petani dengan pompanisasi meski dengan biaya tinggi sekalipun, hingga penggalian sumur di sawah.

Pompanasi yang dilakukan oleh warga di Desa Toyareka dan Jetis, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga untuk mengairi sawah yang luasnya mencapai belasan hektar tidak berhasil. Kondisi ini sudah mulai berlangsung sejak tidak ada hujan. Sementara untuk mendapatkan air tidak bisa, karena sungai maupun aliran irigasi cukup jauh

“Kita sudah sewa alat pompa tapi tidak berhasil, kerena sumber air terlalu jauh. Harusnya kapasitas mesin pompa lebih besar tapi kita tidak ada yang punya,” kata Mulyanto petani setempat, Rabu (27/6/12).

Akibat tidak mendapatkan pasokan air sejak kemarau, lahan sawah mulai merekah sawah mengalami kekeringan. “Padahal masih dibutuhkan 3-4 kali penyiraman,” jelasnya.

Karena pompanisasi tidak berhasil sejumlah petani sudah mulai menggali sumur di tengah sawah, dengan harapan masih ada air tersimpan di dalam tanah.

Petani di daerah Bojong Purbalingga sudah mengeluarkan biaya Rp 40 – 50 ribu setiap kali penyiraman dengan pompa. Uang tersebut untuk membeli bahan bakar untuk menghidupkan mesin pompa.

Sementara di Kecamatan Patimuan lahan sawah irigasi teknis seluas 850 hektare di wilayah perbatasan Cilacap Jateng dan Ciamis Jabar tidak bisa ditanami, akibat menurunnya debit air Bendung Menganti Sidareja di Sungai Citanduy.

“Areal persawahan saat ini tidak bisa ditanami karena kekeringan salah satunya berada di Desa Bulupayung dan Sidamukti Kecamatan Patimuan,” kata Camat Patimuan Suharyanto.

Tags: ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42