Logo kotaperwira.com

Kejari Siap Limpahkan Kasus Puspahastama ke Pengadilan Tipikor

PURBALINGGA – Kasus piutang yang membelit perusahaan daerah (PD) Puspahastama masih terus berjalan. Kejaksaan Negeri Purbalingga siap melimpahkan kasus tersebut ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

“Kita tetap naikkan kasus ini. Tinggal menunggu hasil perhitungan kerugian negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hasil audit kita masih tunggu,” tutur Kepala Kejaksaan Negeri Purbalingga singkat, Senin (10/9).

Dalam kasus dugaan tipikor, nilai kerugian sangat diperlukan. Pihaknya masih melakukan penanganan hingga kasus itu bisa diajukan ke pengadilan Tipikor. Namun hingga kini belum diketahui kepastian hasil audit BPKP itu turun.

Sementara itu Kuasa Hukum PD Puspahastama, Sugeng SH MSi menjelaskan, pihaknya sedang menjalankan tahapan mediasi. Mediasi dilakukan karena pihaknya mendaftarkan kasus gugatan perdata kepada para tergugat, yaitu UD Dewi Sri dan koleganya.

“Kita seharusnya mediasi di Pengadilan Negeri, Senin (3/9) kemarin. Namun saat itu kuasa hukum tergugat belum bisa hadir. Sehingga mediasi ditunda dan hari ini dilakukan kembali,” jelasnya, kemarin (10/9).

Seperti diketahui, gugatan perdata dilayangkan atas petunjuk BPKP untuk berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri. Prinsipnya Puspahastama bisa mengajukan gugatan perdata. Gugatan itu berupa Wanprestasi (ingkar janji) dan penggantian kerugian kepada tergugat pimpinan UD Dewi Sri (Sri Sulawarti) dan Syamsul Huda.

Dari data yang dimilikinya masih ada tunggakan yang belum dibayarkan kepada PD Puspahastama dari UD Dewi Sri sebesar Rp 530.775.000. Jumlah itu dari sebanyak 297,5 ton beras yang telah dijual ke PT Pertani (Persero) Jakarta melalui UD Dewi Sri yang sebelumnya telah menandatangani kerjasama dengan PD Puspahastama.

Namun karena piutang ini sudah berlangsung lama yaitu 2,6 tahun, maka secara perdata, juga diajukan gugatan bunga moratoir. Yaitu bunga yang bisa dituntut menjadi hak kreditur (Puspahastama). Besarnya 6 persen pertahun. Karena sudah mencapai 2,6 tahun, bunganya menjadi 15 persen (Rp 79.616.250).

“Jadi total kerugian materil Pupahastama sebesar Rp 610.391.250. Selain gugatan materiil, UD Dewi Sri juga digugat karena tidak membayarkan tepat waktu, berupa gugatan imateriil. Imateriil karena Pupahastama sudah dirugikan atas turunnya kepercayaan masyarakat dan konsumen atas kinerja perusda itu,” paparnya.

Total gugatan imateriil sebesar Rp 1 milyar. Jika gugatan dikabulkan pengadilan, maka dana itu akan digunakan memenuhi kekurangan yang dialami puspahastama. Sementara itu, sita jaminan juga akan ditujukan kepada tanah sertifikat hak milik yang diagunan UD Dewi Sri seluas 378 meter persegi.

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42