Logo kotaperwira.com

Kalah Kompetisi Sepak Bola, Siswa SMK Lempari Gedung SMK Lain

BUKATEJA – Sekitar 50 siswa SMK YPT 1 Purbalingga, Rabu (13/6) sekitar pukul 11.00, menyerang SMK 1 Bukateja. Mereka melempari gedung sekolah itu dengan batu, setelah SMK YPT 1 Purbalingga kalah dalam kompetisi sepak bola Liga Pelajar Indonesia (LPI).

“Tadi beberapa siswa melempari batu ke sekolah SMK 1 Bukateja. Ada sekitar 15 menit. Setelah polisi datang, mereka kabur,” kata Nanang, Nanang, penjual batagor di dekat lokasi.

Tindakan anarki tersebut mengakibatkan beberapa genting sekolah pecah. Selain itu dua guru dan seorang siswa juga terluka akibat terkena lemparan batu. Dua pedagang Pasar Bukateja dan seorang tukang parkir juga terluka akibat tertabrak motor siswa SMK YPT 1. Lima sepeda motor milik pedagang, juga rusak karena ditabrak.

Dia menuturkan, peristiwa itu terjadi setelah kesebalasan SMK YPT 1 Purbalingga bertanding dengan tim SMK 1 Bukateja, dalam kompetisi LPI yang digelar oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Tengah, di Stadion Goentoer Dardjono, Rabu pukul 08.30.

Meskipun hasil dari pertandingan itu seri, namun SMK 1 Bukateja keluar sebagai juara karena unggul poin. Saat itu suporter SMK YPT 1 keluar dari stadion, adapun suporter SMK 1 Bukateja merayakan kemenangan.

Sekitar 50 suporter SMK YPT 1 yang tidak terima atas kekalahan itu, kemudian berkonvoi menggunakan sepeda motor ke SMK Bukateja, mendahului para suporter SMK 1 Bukateja.

Mereka kemudian berhenti sebentar di sebelah timur markas Batalyon Chandra Kusuma, untuk mengumpulkan batu. Para siswa itu kemudian melanjutkan konvoi. Sesampai di depan SMK 1 Bukateja sekitar pukul 11.00, mereka melemparkan batu ke arah sekolah tersebut.

Menghadapi serangan tersebut, pihak SMK 1 Bukateja segera memerintahkan para siswa, guru, dan karyawan untuk masuk, agar terhindar dari lemparan batu. Namun sebelum semua masuk, dua guru dan seorang siswa terkena lemparan batu.

Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Informasi tentang adanya penyerangan itu pun sampai ke polisi. Aparat keamanan kemudian mengawal rombongan siswa SMK 1 Bukateja, kembali ke sekolah.

Mengetahui polisi datang, para penyerang pun kabur. Melihat hal itu, petugas dari Polsek Bukateja langsung melakukan pengejaran. Para siswa SMK YPT 1 yang kabur, menabrak dua pedagang dan seorang petugas parkir di Pasar Bukateja dan merusak lima sepeda motor mereka.

Dari hasil pengejaran, polisi menangkap lima siswa yang diduga melakukan pelemparan. Selanjutnya mereka dibawa ke Mapolres Purbalingga untuk dimintai keterangan.

Kapolres Purbalingga, AKBP Ferdy Sambo melalui Kapolsek Bukateja, Yanis Sri Purbono mengatakan, setelah mendapat informasi adanya penyerangan, pihaknya langsung menuju ke lokasi kejadian dan menangkap beberapa siswa.

“Kami mengamankan beberapa siswa. Kami meminta keterangan dari mereka, untuk mencari orang yang memprovokasi aksi tersebut,” kata dia kepada wartawan.

Tak lama kemudian perwakilan dari kedua sekolah dan Dinas Pendidikan (Dindik) Purbalingga datang ke Mapolsek Bukateja, untuk menyelesaikan masalah tersebut. Akhirnya diputuskan, masalah tersebut akan diselesaikan secara kekeluargaan.

Wakil Kepala Sekolah SMK 1 Bukateja, Supriyadi mengatakan tidak mengira akan terjadi pelemparan tersebut. Saat itu dia meminta kepada seluruh siswa agar tidak terpancing emosi dan masuk ke dalam kelas.

“Kami sudah sepakat untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan. Kami tidak akan menempuh jalur hukum,” katanya.

Kabid Pendidikan Menengah Dindik Purbalingga, Subeno yang juga menjabat sebagai Sekretaris Yayasan SMK YPT mengatakan, masalah tersebut diselesaikan secara kekeluargaan tanpa jalur hukum.

“Kami juga menanggung biaya pengobatan dan perbaikan kendaraan akibat aksi pelemparan tersebut,” kata dia.

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42