Logo kotaperwira.com

Jemaat GKJ Peringati Pentakosta dan Gelar Persembahan Unduh-unduh

Purbalingga – Lebih dari 1.200 jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purbalingga (Jateng), Minggu (12/06/2011) menggelar perayaan Pentakosta atau pencurahan Roh Kudus. Dalam kebaktian perayaan yang dipimpin pendeta Rudiarto Budi Prasetyo, S.Th, juga dilakukan pengumpulan persembahan unduh-unduh dari para warga jemaat.

Prosesi kebaktian diawali dengan bunyi lonceng tiga kali dan iring-iringan majelis gereja beserta petugas kebaktian. Hal yang cukup unik, setelah iringan-iringan majelis gereja, sejumlah petugas gereja yang berpakaian Jawa, memikul gunungan hasil budidaya pertanian. Gubungan berbagai macam sayuran dan buahbuahan itu sebagai pertanda persembahan dan ucapan syukur dari warga jemaat atas hasil budidaya pertanian yang melimpah. Sementara para jemaat lainnya, memberikan persembahan berupa natura atau uang tunai yang dikemas dalam amplop.

Puji-pujian warga diawali dengan menyanyi dari Kidung Jemaat (KJ) 222 berjudul ‘Agungkan Kuasa NamaNya’, dilanjutkan KJ 233 berjudul ‘Roh Kudus Turunlah’. Setelah ajakan beribadah dan votum salam oleh pendeta, dilanjutkan menyannyi puji-pujian kembali. Hal yang terlihat unik, ketika petugas gereja membacakan Injil Yohanes 20:19-23 dengan menggunakan Bahasa Banyumasan.

Pendeta Rudiarto dalam kotbahnya mengingatkan kepada para jemaat utuk terus memperbaiki kehidupan di dunia yang disebutnya sudah penuh dengan berbagai kerusakan. Umat Kristen diutus oleh Tuhan yesus dengan keberanian untuk mengabarkan kedamaian du dunia. “Jangan menjadi umat Kristen biasa, tetapi jadilah umat Kristen yang memberikan manfaat dan kedamaian di dunia,” kata Rudiarto.

Dalam kesempatan itu, pendeta Rudiarto juga mengingatkan jemaat akan bahaya Negara Islam Indonesia (NII). Anggota NII tidak saja membidik kaum muslim, tetapi juga umat lain, terutama yang lemah jiwanya. Anak-anak mahasiswa biasanya masih labil dalam bersikap, oleh karenanya berhati-hatilah kepada anak-anak yang akan menjadi mahasiswa. Banyak godaan ketika sudah tinggal jauh dari orang tua. “Sebagai Anak Yesus, jadilah warna damai dalam kehidupan. Meskipun warna itu hanya kecil saja. Lihatlah dunia dengan mata batin, karena dunia sudah buta,” kata Rudiarto.

Usai kebaktian diadakan acara tambahan berupa pengukuhan dan pelantikan majelis baru dan pengakuan Sidi bagi anak-anak remaja. Setelah mengikuti rangkaian kebaktian, para jemaat mendapat bingkisan berupa hasil pertanian berupa buah-buahan. Berbagai macam buah seperti jeruk, pisang, salak, dan bengkoang, yang dikemas dalam kantong kecil dibagikan secara cuma-cuma kepada para jemaat dan para abang becak yang mangkal di depan gedung geraja.

Tags: , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42