Logo kotaperwira.com

Janjikan Masuk Polisi, Tipu Rp 40 Juta

Kota – Syo (47), laki- laki asal kabupaten Demak akhirnya harus berurusan dengan polisi. Dirinya dilaporkan menyusul dugaan penipuan yang dilakukannya. Yaitu menjanjikan korban masuk mendaftar Secaba Polisi Tahun 2011 ini dengan meminta uang hingga Rp 40 juta. Namun hingga saat dijanjikan, korban tak didaftarkan dan uang justru dipakai.

Salah satu korban, Sularmi (45) warga Kelurahan Bojong, Purbalingga mengaku mulai curiga saat pelaku mendatangi dengan mengatakan, anaknya akan dibantu pendaftaran CPNS Polri dengan meminta uang Rp 2 juta. Namun selang beberapa hari, katanya sudah tutup dan kembali meminta uang. Lalu karena curiga, dirinya melaporkan pelaku ke kepolisian kota Purbalingga, Januari lalu.

Kapolres Purbalingga, AKBP Roy Hardi Siahaan SIK SH MH melalui Kapolsek Purbalingga, AKP Suswanto mengatakan, pelaku mengenal korban karena dahulu rekan sekolah. Uang yang pertama diminta pelaku dalihnya untuk administrasi pendaftaran CPNS Polri. Namun dalam beberapa hari, pelaku kembali dan mengatakan sudah tutup. “Lalu pelaku meminta uang atau biaya kembali dan menyarankan agar anak korban masuk Caba Polri. Pelaku meminta uang Rp 40 juta secara bertahap. Karena tak kunjung ada kabar dan curiga, korban melaporkan kepada polisi,” ujarnya, Jumat (4/2).

Jajaran kepolisian langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku dan berhasil diamankan, Minggu ketiga, Januari lalu. Bahkan dalam pengembangannya, dari rumah pelaku di Demak didapatkan sejumlah barang bukti. Antara lain satu buah tas wanita, sepasang sandal, celana panjang hitam dan kemeja motif kotak. “Saat itu uang yang diduga dibawa pelaku sudah tak ada. Menurut informasi, sering digunakan untuk ke dukun dan hal yang berbau mistis,” tambah Suswanto.

Menurutnya, di kabupaten Purbalingga yang melaporkan baru satu. Sementara pelaku sudah dititipkan di lembaga pemasyarakatan Purbalingga, beberapa hari kemarin. Yaitu sebagai tahanan titipan Polres Purbalingga.

Lebih lanjut dikatakan, saat ditahanan Lapas, pelaku juga menunjukkan perilaku aneh. Yaitu tak pernah mau makan yang sudah disediakan. Bahkan pelaku pernah mengatakan, saat mencoba makan satu kali, dirinya didatangi makhluk halus. Karena sebelumnya sudah ada perjanjian tidak boleh makan asam, asin dan manis selama 7 tahun 5 bulan. “Kita sudah meminta Lapas Purbalingga untuk tetap memantau perkembangan kesehatan pelaku. Jangan sampai kondisinya memburuk dan terganggu kesehatannya,” ujarnya.

Sumber : Radar Banyumas

Tags: , ,  , data kb di indonesia tahun 2011

Leave a Reply

close(x)
Pasang Iklan