Logo kotaperwira.com

Jalur Tengah Jateng Rusak, Pungli Marak di Jalur Alternatif

Banyumas Jalur tengah penghubung antara jalur selatan ke pantura di tanjakan Siregol, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, hingga kini belum diperbaiki.

Jalan rusak tersebut memicu munculnya pungli di jalur alternatif yang digunakan untuk menghindari jalan yang ambles. Dampak lainnya, pengusaha angkutan terpaksa melakukan perjalanan memutar sehingga harus rela mengeluarkan biaya operasional yang lebih tinggi.

Salah seorang pengusaha gula kelapa asal Cilongok, Banyumas, Musdikun, 40, mengatakan biasanya untuk mengirimkan gula ke Tegal membutuhkan biaya Rp 300 ribu. Namun sejak jalan di Siregol Ambles, biaya operasional membengkak.

“Kami tetap lewat Brebes, namun melalui jalan-jalan desa. Di sepanjang jalan alternatif itu banyak yang meminta uang. Umumnya berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp 20 ribu. Sehingga kalau ditotal, biaya operasional sekarang membengkak menjadi Rp 600 ribu dari sebelumnya Rp 300 ribu,” katanya, Kamis (19/5).

Menurutnya, bila melewati jalan lain, misalnya melalui Purbalingga-Pemalang-Tegal, biaya operasionalnya jauh lebih besar. Oleh karena itu, meski banyak pungutan di jalan, ia tetap melalui jalur setempat.

“Yang paling cepat memang lewat Brebes, tetapi risikonya keluar biaya operasional tinggi. Kalau dihitung, mungkin sama saja dengan jalan memutar. Hanya, kalau jalan memutar waktunya akan lebih panjang,” ujarnya.

sementara itu, Swie Tie, 53, pengusaha truk asal Banyumas mengatakan ia kini tidak lagi melalui jalur tengah untuk menuju Jakarta, melainkan melalui jalur selatan, melewati Kota Banjar, Tasikmalaya-Bandung.

“Namun, yang jadi masalah, melalui jalur selatan tidak mungkin dengan truk gandengan. Karena risikonya sangat tinggi, bisa macet di tanjakan Nagreg. Terpaksa, kami harus mengeluarkan ongkos operasional lebih tinggi. Kalau sebelumnya biaya operasional hanya

Rp 400 ribu, kini mencapai Rp 800 ribu sekali jalan. Itu baru untuk beli solar, belum lain-lainnya,” katanya.

Penasihat Organisasi Angkutan Darat (Organda) Banyumas Sutanto mengakui pengusaha angkutan banyak yang mengeluhkan penanganan jalan yang ambles di Siregol, Brebes.

“Bagi para pelaku usaha di Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan sekitarnya, jalur tengah merupakan yang paling cepat menuju Jakarta. Tetapi setelah tanjakan Siregol ambles, pengusaha angkutan mengalihkan jalur melalui Pemalang. Padahal, jalan ke Pemalang dari Purbalingga menanjak dan kurang baik,” ujarnya.

Media Indonesia

Tags: , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42