Logo kotaperwira.com

Jabatan Kepala Sekolah di 24 Sekolah Masih Kosong

PURBALINGGA – Sebanyak 12 SD, 4 SMP, 2 SMA, dan 6 SMK di Kabupaten Purbalingga sejak beberapa bulan terakhir tidak mempunyai kepala sekolah. Kosongnya jabatan itu dikarenakan ada yang memasuki masa pensiun atau karena masa tugas berakhir dan kembali menjadi guru biasa.

Ada pula yang disebabkan sekolah baru berdiri dan menjadi satu atap dengan sekolah lain. Kemudian ada yang dikarenakan kepala sekolah lama mendapat promosi jabatan baru di Dinas Pendidikan. Juga ada yang lulus saat ikut seleksi calon kepala sekolah satu tingkat di atasnya.

Kekosongan kepala sekolah itu membuat Dinas Pendidikan mengeluarkan kebijakan menempatkan kepala sekolah lain untuk rangkap jabatan di sekolah yang kosong. Ada yang hanya merangkap di satu sekolah, tetapi ada pula yang merangkap di dua sekolah sekaligus.

“Kepala sekolah yang rangkap jabatan di sekolah lain itu tidak efektif. Ini terkait dengan waktu. Dia tugas di satu sekolah saja sudah kerepotan, ini malah ditugaskan sebagai Plt kepala di sekolah lain. Pekerjaan dua kali lipat tetapi waktu yang ada tetap,” kata seorang kepala sekolah.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Subeno, menuturkan dalam menugaskan seorang kepala sekolah menjadi Plt kepala sekolah di sekolah lain sudah didasari beberapa pertimbangan. Di antaranya yang bersangkutan dinilai mempunyai kapabilitas mengelola manajemen sekolah dengan baik.

Seperti Kepala SMA 1 Bukateja yang ditunjuk sebagai Plt Kepala SMA 1 Purbalingga, Kepala SMA 1 Kutasari sebagai Plt Kepala SMA 1 Padamara, Kepala SMK 1 Bojongsari sebagai Plt Kepala SMK 2 Mrebet, dan Kepala SMK 1 Bukateja sebagai Plt SMK 1 Kaligondang.

“Meski bertugas di sekolah lain kewenangannya terbatas, sebab status di sekolah lain adalah sebagai Plt, bukan definitif. Tidak semua kebijakan boleh diambil. Kalau sekolah manajemennya berjalan baik maka tidak masalah jika kepala sekolahnya rangkap jabatan di sekolah lain,” katanya.

Di sekolah sejumlah tugas sudah biasa diselesaikan wakil kepala sekolah. Fungsi kepala sekolah hanya mengatur pekerjaan atau menjadi seorang manajer, sehingga tidak semua pekerjaan bergantung kepada kepala sekolah. Sebagian tugas sudah didelegasikan kepada wakil.

“Tidak baik manajemennya itu apabila kepala sekolah menangani semua pekerjaan.

Dia tidak memberdayakan wakil kepala sekolah atau kepala urusan di sekolah untuk menyelesaikan pekerjaan, sehingga ketika tidak ada kepala sekolah, kegiatan menjadi kacau,” tuturnya.

Buka Pendaftaran

Kepala Dinas Pendidikan, Iskhak, menjelaskan pihaknya sudah melakukan langkah-langkah untuk mengisi posisi kepala sekolah yang kosong. Yakni membuka pendaftaran calon kepala sekolah hingga melaksanakan ujian seleksi bekerja sama Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah.

“Kami sudah melaksanakan seleksi kepala sekolah pada November silam. Ujian diikuti 115 peserta untuk mengisi kekosongan 24 kepala sekolah dan 5 pengawas TK/SD. Hasilnya sudah ada. Jumlah peserta yang lolos lebih banyak daripada jumlah kekosongan kepala sekolah sekarang,” katanya.

Misalnya untuk kepala SD diambil 35 orang, SMP 6 orang, SMA 2 orang dan SMK 6 orang, 6 pengawas TK/SD, dan 1 pengawas SMK. Jumlah peserta yang lolos lebih banyak dibandingkan kebutuhan saat ini, karena Dinas menyiapkan cadangan untuk kepala sekolah yang pensiun tahun 2013.

“Selain itu juga kami cadangkan untuk yang akan mendapat promosi jabatan. Jadi begitu ada yang pensiun atau promosi, sudah ada calon penggantinya sehingga tidak perlu seleksi lagi. Pelantikan kepala sekolah definitif akan dilaksanakan bulan Desember ini,” katanya.

Tags: , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42