Logo kotaperwira.com

Ikut Aliran Sesat, PNS Bisa Dipecat

PURBALINGGA – Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terbukti mengikuti aliran sesat dan tidak mau bertobat bisa ditindak bahkan dipecat. Karenanya, PNS diharapkan dapat mempelajari ajaran agamanya dengan benar sehingga tidak mudah terpengaruh sekte-sekte sesat yang menyimpang dari ajaran agama yang ada.

“Aliran-aliran ini muncul karena adanya kesalahan dalam penafsiran ajaran-ajaran agama. Fatalnya, jika hasil penafsiran ini kemudian disebarluaskan dan pada akhirnya terbentuk semacam organisasi-organisasi yang pergerakannya meresahkan masyarakat,” ujar Staf Ahli Bupati Purbalingga (Jateng) Bidang Sumber Daya Manusia Drs Pratikno Widiarso, M.Si, Senin (18/6/2012).

Pelarangan mengikuti atau bahkan menyebarkan aliran sesat ditegaskan dalam Undang-undang No 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan atau Penodaan Agama. Pasal 1 menyebutkan larangan dengan sengaja di muka umum menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang dianut di Indonesia.

“Termasuk melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan-kegiatan agama itu namun sebenarnya menyimpang dari pokok-pokok ajaran dari agama itu,” katanya.

Terpisah, Kepala Kesbangpolinmas Drs Nur Hamam, M.Si mengatakan pihaknya sudah mengantongi nama-nama PNS yang terindikasi mengikuti kegiatan sekte-sekte menyimpang. Namun pihaknya sampai saat ini baru sebatas melakukan pembinaan dari hati ke hati, tapi belum seluruhnya.

“Yang belum kita bina itu karena masih dalam pengamatan. Kalau sudah ada bukti-bukti dan saksi yang menguatkan, ya akan dibina,” jelasnya.

Mengenai sekte-sekte sesat yang sudah membentuk organisasi dengan nama lain dan ternyata lolos terdata di Kesbangpolinmas, Nur Hamam menjelaskan karena secara administrasi tidak ada yang salah pada organisasi itu. Sekte-sekte itu disebut sesat karena masih mengaku mengikuti agama tertentu namun ajarannya terdapat perbedaan pokok yang jelas-jelas menyimpang.

“Meski lolos, merek terus kami amati. Kalau jelas-jelas meresahkan, ya kita bina. Mulai dari pendekatan dari hati ke hati hingga membawanya ke pihak yang berwenang,” tegasnya.

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42