Logo kotaperwira.com

Hari Jadi Kabupaten Purbalingga ke-181 Diperingati Sederhana

PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Drs H Heru Sudjatmoko M.Si meminta maaf kepada segenap masyarakat, karena tahun ini acara peringatan hari jadi masih dilakukan secara sederhana. Bahkan tahun ini belum dapat mengadakan acara pisowanan ageng seperti tahun tahun sebelumnya. Acara utama hanya akan dilakukan dengan mengadakan upacara kebesaran di halaman Pendopo Dipokusumo. “Sebagaimana Provinsi Jawa Tengah manakala memperingati hari lahirnya, kita juga akan melaksanakan upacara kebesaran pada Minggu (18/12) pagi,” ungkap Bupati di sela-sela acara ziarah ke makam leluhur, Jum’at (16/12).

Meski demikian, lanjut Heru, dirinya mengaku tidak mau “dipaido” (dimarahi) masyarakat seperti tahun lalu. Pada saat peringatan hari jadi ke-180, menjadi masa keprihatinan bagi pasangan Heru-Kento yang baru saja dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati. Sehingga peringatan hari bersejarah Purbalingga dilakukan sangat sederhana.

“Saya maklum, karena masyarakat tentu juga ingin dihibur. Karenanya, belajar dari pengalaman tahun lalu, peringatan tahun ini akan kita adakan acara hiburan. Meski masih dengan segala keterbatasan dan kekurangannya,” katanya.

Bupati berprinsip, acara peringatan hari jadi Purbalingga tetap dilakukan secara sederhana namun tidak kehilangan kehitmatan. Salah satu kehitmatan itu adalah melakukan ziarah ke makam leluhur dan syukuran. Sekaligus tidak menghilangkan niat memberikan hiburan kepada masyarakat.

Ketua Panitia Hari Jadi, Drs. Suyitno menuturkan, berbagai hiburan untuk masyarakat akan digelar maraton mulai Minggu (18/12) hingga Kamis (22/12). Pekan budaya dan seni dimulai dengan mengadakan acara parade budaya yang diikuti kelompok-kelompok seni dari 18 Kecamatan yang ada di Kabupaten Purbalingga. Acara akan tambah meriah dengan adanya bintang tamu dari Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah. “Untuk acara gelar budaya akan dimulai sekitar pukul 09.00 setelah upacara kebesaran. Start dari GOR Mahesa Jenar ke Alun-Alun dan finis di Taman Kota Usman Janatin,” kata Suyitno saat memberikan laporan pelaksanaan peringatan hari jadi pada malam tasyakuran di Pendopo Dipokusumo, Sabtu (17/12) malam.

Selain parade budaya, selama dua hari (19-20/12) di Taman Usman Janatin juga digelar pentas seni. Pentas pertama berupa pagelaran wayang kulit tiga dalang cilik pada Senin (19/12) pukul 10.00. Siang harinya pentas Sanggar Citra Budaya dan Cinde Laras. Kemudian malamnya pentas ketoprak dengan bintang tamu pelawak Marwoto dan Suliah. Sementara untuk jadwal pentas Selasa (20/12) diawali pentas kuda kepang pada pukul 10.00, kemudian pentas sanggar Sanggar Sari Ratri dan Setyo Laras ditutup malamnya hiburan campursari.

Pada Rabu (21/12) di adakan Parade Band yang diikuti sedikitnya 33 grup band yang ada di wilayah Purbalingga. Pekan budaya akan ditutup dengan pegelaran wayang kulit di desa Onje Kecamatan Mrebet, Kamis (22/12). “Yang tidak kalah menarik adalah hiburan pada malam resepsi, Minggu (18/12),” ungkap Suyitno yang juga Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora) Purbalingga.

Tags: , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42