Logo kotaperwira.com

Guru SMA Terbuka Resah, Jam Mengajar Tidak Diakui Disdik

KUTASARI РPara guru SMA Terbuka (SMAT) Kutasari merasa resah. Sebab jam mengajar mereka tidak diakui Dinas Pendidikan sebagai jam pemenuhan sertifikasi. Para guru merasa jerih payah mereka dalam men­cerdaskan anak bangsa tidak dihargai oleh pemerintah.

Saat ini ada 156 siswa yang bersekolah di SMAT Kutasari dari kelas X, XI dan XII. Lebih dari 80 persen aktif berangkat sekolah. Jam belajar mereka mulai 14.00-17.30 dari Senin-Kamis. Adapun pada Jumat dan Sabtu untuk kegiatan tugas mandiri.

“Jumlah guru yang mengajar 15 orang dan 8 orang di antaranya sudah ikut uji sertifikasi. Rata-rata setiap guru mengajar 6 jam dalam seminggu. Tetapi jam mengajar di SMAT ini tidak diakui sebagai pemenuhan jam sertifikasi oleh pemerintah,” kata Kepala SMAT, Sukirto.

Dia mengaku heran dengan hal itu karena seolah-olah SMAT tidak diakui keberadaannya. Tetapi di sisi lain siswa SMAT masih mendapat bantuan khusus murid (BKM) dan rintisan BOS dari pemerintah. Selain itu pemerintah juga mencetak kartu peserta UN untuk siswa SMAT.

Kondisi ini membuat pihak sekolah berpikir ulang untuk membuka pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2012/2013. Padahal rencananya PPDB SMAT akan dibuka mulai 25 Mei ini. Terkait dengan hal itu pengelola sekolah mengambil kebijakan.

“Kami sudah sepakat kalau proses belajar mengajar ini tidak dihargai maka tidak ada PPDB tahun ini. Selanjutnya nasib siswa kelas X dan XI akan dirembuk kemudian, apakah akan dimasukkan ke sekolah reguler yakni SMAN 1 Kutasari atau tetap di SMAT,” katanya.

Ditegaskan bahwa para guru tidak meminta macam-macam kecuali hanya minta jam mengajar mereka di SMAT dinilai sebagai jam pemenuhan sertifikasi. Sehingga dalam mendidik siswa, hati mereka tenang karena merasa jerih payahnya dihargai pemerintah.

Tags: , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42