Logo kotaperwira.com

GP Anshor Purbalingga Persoalkan Buku "Cinta Nabi"

Purbalingga – Pengurus Gerakan Pemuda (GP) Anshor Kecamatan Mrebet dan Bobotsari mempersoalkan beredarnya buku berjudul Cinta Nabi yang beredar di kalangan siswa SMK Negeri 2 Purbalingga. Mereka menilai sebagian isi buku tersebut meresahkan dan menyinggung kalangan Nahdliyin.

GP Anshor pun mendesak sekolah menarik kembali peredaran buku tersebut. “Banyak hal yang membuat keresahan kalangan Nahdliyin. Apalagi, siswa di SMK Negeri 2 Purbalingga itu cukup beragam dan sebagian besar diantaranya berasal dari kalangan Nahdliyin. Banyak orang tua yang menanyakan tentang isi buku itu kepada kami,” tutur Ketua GP Anshor Kecamatan Bobotsari, Sukhedi SAg, seperti dikutip Radar Banyumas, Jum”at (2/9).

Sukhedi mengatakan, pada halaman 55 dan 56 buku tersebut menyatakan bahwa tahlil, membaca Surat Yassin pada saat kematian, ziarah kubur dan lainnya tidak memiliki dasar yang kuat. Padahal, kegiatan tahlilan, membaca Yassin dan ziarah kubur tersebut sudah menjadi kegiatan yang dianggap baik oleh kalangan Nahdliyin.

“Kami memiliki dasar dan keyakinan yang kuat. Tahlilan misalnya, merupakan rangkaian doa yang diambil dari Al Quran yang urutannya sudah sistematis dan tidak menyimpang dari ajaran Islam,” tambahnya.

Sukhedi menambahkan, dia meminta agar buku tersebut ditarik dari peredaran. GP Anshor Bobotsari juga sudah menyampaikan hal tersebut kepada Bupati dan Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga. “Kami minta agar buku yang disusun Tim Pembina Rohis SMK Negeri 2 Purbalingga itu ditarik,” tambahnya.

Ketua GP Anshor Kecamatan Mrebet, Rokhis juga mengatakan adanya keresahan dari masyarakat tentang peredaran buku itu. Pihaknya menyanyangkan beredarnya buku itu di sekolah yang siswanya berasal dari berbagai kalangan. “Mestinya, pelajaran tentang Agama Islam mengacu saja pada kurikulum yang ada, jangan sampai ada yang menyinggung pihak tertentu,” tambahnya.

Kepala SMK Negeri 2 Purbalingga, Drs Khamson mengakui adanya keluhan dari masyarakat dan GP Anshor terkait beredarnya buku tersebut. Dia mengaku baru mengetahui beredarnya buku Cinta Nabi itu pada H-4 lebaran. “Saat itu saya memanggil Waka Kurikulum terkait adanya keluhan masyarakat. Saya baru tahu buku itu beredar empat hari sebelum lebaran,” tuturnya.

Khamson menambahkan, buku tersebut bukan diterbitkan oleh sekolah. Pasalnya, pihaknya sama sekali tidak diberitahu tentang penerbitan dan peredaran buku itu sebelumnya.

“Jadi, kami menganggap buku itu ilegal. Saya sebagai kepala sekolah tidak diberitahu. Nama penyusun yang tercantum di buku itu bukan nama guru kami. Tapi memang ada guru kami yang mengaku mengedarkan buku itu saat kegiatan pesantren kilat Ramadhan,” tambahnya.

Khamson mengaku telah memanggil guru yang bersangkutan. Pihak sekolah juga akan segera menarik kembali buku itu pada saat siswa masuk sekolah.

“Kami siap untuk menarik buku itu.Kami juga meminta maaf kepada GP Anshor dan pihak-pihak lainnya terkait beredarnya buku itu. Kami tegaskan, beredarnya buku itu di luar sepengetahuan kepala sekolah. Kami juga siap bertemu dengan perwakilan GP Anshor untuk menjelaskannya,” tandasnya.

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42