Logo kotaperwira.com

Februari Harga Beras di Purbalingga Diperkirakan Turun

Kota – Harga beras di kabupaten Purbalingga yang sejak 3 bulan terakhir masih naik, Februari ini diperkirakan mulai turun. Pasalnya sejumlah wilayah kantong panen di kabupaten Purbalingga sudah banyak memanen padi. Jadi pasokan semakin banyak dan harga bisa ditekan.

Hal itu dikatakan Ketua Asosiasi Perberasan Banyumas (APB) wilayah Purbalingga, Drs Mustangin. Menurutnya, kenaikan saat ini di eceran yang sudah mencapai Rp 7.000 lebih per kilogram di warung sudah cukup tinggi. “Stok masih cukup, hanya saja tanpa dibarengi panen padi besar-besaran mulai Februari ini, harga masih bisa cenderung naik,” jelasnya, belum lama ini.

Dijelaskan Mustangin, harga beras di setiap penggilingan masih dalam kisaran Rp 6.100- Rp 6.300 perkilogram. Tergantung jenis dan kualitas beras yang ada. Namun pada prinsipnya, harga masih bisa naik, yaitu sejak November 2010 lalu.

Sementara itu, pihaknya juga menyayangkan sikap pemerintah yang masih tetap mempertahankan HPP (Harga Pokok Pembelian) gabah kering giling Rp 5.060 perkilogram. Masyarakat, yaitu produsen dalam hal ini petani akan sangat terasa imbasnya. Karena harga saprodi juga naik. Ditambah dalam tahapan budidaya padi memerlukan biaya yang tak sedikit.

Lebih lanjut dikatakan, saat ini seluruh beras yang beredar di kabupaten Purbalingga dan sekitarnya masih beras lokal. Karena beras impor masih dilarang. Jadi masih ada ketergantungan dengan daerah kantong panen. Misalnya di Purbalingga, di kecamatan Bukateja, Kemangkon dan beberapa kecamatan lainnya.

Andini (36), salah satu ibu rumahtangga di kecamatan kota Purbalingga mengaku belum ada penurunan berarti. Harga perkilogram beras eceran masih sekitar Rp 7.000 untuk jenis IR 64. Sementara untuk jenis Pandanwangi masih dalam kisaran maksimal Rp 8.000 perkilogram.

Warga lainnya asal Kutasari, Barokah mengaku harga eceran beras perkilogram di warung mencapai Rp 7.100. Untuk jenis IR 64 dengan kondisi bersih. Di desa tetangga juga hampir sama dan merata.

Sumber : Radar Banyumas

Tags: ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42