Logo kotaperwira.com

FALB PPA Gasda Rintis Tim Siaga Bencana

Purbalingga – Desa Jingkang dan desa Purbasari, keduanya di kecamatan Karangjambu Purbalingga, menjadi pilot project rintisan desa siaga bencana. Tim desa siaga terdiri dari warga desa setempat. Menyusul kedua desa tersebut, rencananya akan dibentuk tim serupa di 20 desa yang tersebar di enam kecamatan rawan bencana longsor. Perintisan tim desa siaga itu dimotori oleh Forum Anggota Luar Biasa Perhimpunan Pencinta Alam Ganesha Muda (FALB PPA Gasda) SMA Negeri 1 Purbalingga.

“Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, enam kecamatan rawan bencana itu meliputi kecamatan karang Jambu, Karang reja, Karang Anyar, Karang Moncol, Kertanegara dan Rembang,” tutur Taufik Katamso, dari tim pendamping rintisan desa siaga bencana Purbasari tersebut.

Taufik yang juga pengurus Forum Anggota Luar Biasa Perhimpunan Pencinta Alam Ganesha Muda (FALB PPA Gasda) SMA Negeri 1 Purbalingga menyebutkan, dalam program pendampingan ini FALB Gasda bekerjasama dengan Anggota Luar Biasa (ALB) Chrisda Pala alumni SMAN 1 Bukateja dan SMK Ma’arif Bobotsari yang membantu peralatan pendukung program seperti LCD Proyektor.

Untuk pendamping tehnis sejumlah mahasiswa geologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) angkatan 2009 juga ikut terlibat. Para mahasiswa itu dimotori dua dosen, masing-masing Ir Siswandi Kastari dan Ir Indra Permana Jati. Kedua dosen itu bahkan memasukkan program rintisan desa siaga bencana itu menjadi mata kuliah wajib bagi mahasisawa angkatan 2009.

Diungkapkan Taufik, tujuan utama rintisan desa siaga bencana ini untuk menyadarkan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana terhadap resiko yang harus dihadapi. Warga juga dibekali dengan pengetahuan praktis mengenai tanda-tanda bencana longsor dan cara pencegahannya atau antisipasinya.

“Agar ketika terjadi bencana, warga bisa bertindak cepat melakukan penyelamatan baik nyawa maupun harta benda. Dan pada paska bencana diharapkan warga memilki kemampuan untuk mengelola segala kebutuhan warga ditempat evakuasi,” ujar Taufik.

Karenanya, program itu disusul dengan program pendukung untuk penguatan komunitas dan pemberdayaan masyarakat, termasuk juga mengembangkan potensi lokal. Untuk mencapai tujuan itu, tim pendamping berusaha menjalin kerja sama dengan sebanyak mungkin pihak-pihak yang terkait termasuk dengan BPBD Purbalingga yang baru saja terbentuk kurang dari satu tahun.

Purbalinggakab

Tags: , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42