Logo kotaperwira.com

Ekstrakurikuler Sinematografi SMA 1 Rembang

Berani Mencoba, Berani Berprestasi

Purbalingga — Dalam Festival Film Anak (FFA) 2011 beberapa waktu lalu di Medan, film dokumenter “Gulma yang Bernilai Guna” karya siswa SMA 1 Rembang, Purbalingga berhasil tampil sebagai juara umum. Selain itu, film tentang “Wayang Suket Mbah Gepuk” sebagai warisan budaya lokal tersebut juga menyabet beberapa anugerah “tambahan”, yakni Film Terbaik, Kameraman Terbaik, dan Editor Terbaik.

Film produksi tahun 2011 tersebut sebelumnya sempat menyabet gelar Film Dokumenter Terbaik dan Film Dokumenter Favorit Penonton Festival Film Purbalingga (FFP) 2011, penghargaan sebagai Official Selection dalam Malang Film Video Festival (Mafviefest) 2011, dan sebagai Best Creative Idea Tourism Movie Competition 2011.

Hm, bilang saja: wah! Tapi, kamu pasti nggak bakal nyangka kalau film dokumenter itu ternyata secara teknis hanya digarap oleh dua orang, yakni Astri Rakhma Adisti dan Canggih Setyawan. Astri berperan sebagai sutradara, sedang Canggih sebagai juru kamera.

Kedua teman kita yang tergabung dalam kegiatan ekstrakulikuler (ekskul) sinematografi di sekolahnya itu menggarap film dokumenter pertama mereka saban Sabtu sepulang sekolah.

“Mulai dari riset hingga penggarapan kami lakukan sepulang sekolah, biar nggak ganggu kegiatan sekolah,” ungkap Canggih.

Dengan dibantu Mas Bowo Leksono, pegiat sinematografi Purbalingga, film yang mengangkat sejarah wayang suket beserta kisah Mbah Gepuk sebagai penciptanya itu akhirnya kelar setelah beberapa bulan. Canggih berharap, karya tersebut akan terus memicu geliat sinematografi di SMA-nya, dan adik-adik kelasnya bakal berkarya lebih baik.

Ia sadar, dari ekskul itulah Canggih bermula. “Ekskul yang dulu cuma diminati tiga orang kini mulai banyak peminat. Itu membanggakan buatku sendiri,” katanya.

Tiga orang sineas SMA yang terletak di Jalan Monumen Jendral Sudirman itu adalah Canggih, Astri, dan Puspa. Nama yang terakhir lebih banyak berkonsentrasi di film-film fiksi.

EKSKUL mulai dibentuk setahun lalu. Berawal dari kemarakan anak muda di Purbalingga yang punya minat lebih di dunia perfilman, Puji Rahayuning Pratiwi, Wakil Kepala Sekolah (Waka) Kesiswaan SMA 1 Rembang, Purbalingga, berinisiatif membuat wadah itu di sekolah. Ia pun menghubungi Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga dan bertemu sama Bowo Leksono. Gayung bersambut, ekskul pun resmi dibentuk.

“Awalnya coba-coba. Yang penting kan ngasih ruang berekspresi anak. Prestasi itu nggak melulu tentang akademik. Bisa dari berbagai sisi. Seni sinematografi juga kalau diasah dengan baik bisa jadi prestasi.”

Ekskul pun segera disosialisasikan. Astri, yang memang sudah lama gandrung dengan dunia perfilman, langsung memberi respons bagus. Ia lalu bertemu Puspa dan Canggih. Dengan bimbingan Bowo, ketiganya pun “disulap” jadi sineas-sineas muda Purbalingga. Beberapa karya berhasil mereka telurkan.

“Kata Mas Bowo dulu, pokoknya saya harus bisa bikin film. Apa saja. Dunia sinematografi kan nggak cuma film yang sering kita lihat di televisi. Iklan, video klip, dokumentasi, dokumenter, atau profil kan juga dunia sinematografi,” papar siswi kelas XI IPS 4.

Dan, benar saja, berkat motivasi sineas-sineas Purbalingga en dukungan sekolah, mereka pun mulai berani berkarya. Nama mereka pun semakin dikenal. Maka, pada tahun berikutnya (2011), peserta ekskul pun melonjak, jadi 40-an siswa. Selain bikin film, Astri dan kawan-kawan juga mengapresiasi dunia sinematografi.

Tags: , , , , , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42