Logo kotaperwira.com

Dua BLK Bantuan APBN di Purbalingga Mangkrak

PURBALINGGA – Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Purbalingga yang terletak di Kelurahan Purbalingga Kulon sudah dua tahun ini mangkrak. Sejak selesai dibangun Desember 2009 sampai sekarang, belum ada satu pun kegiatan yang dilakukan.

Pada tahun 2009 dibangun dua bangunan BLK dengan nilai Rp 666 juta dari APBN. Kemudian 2010 Pemkab membangun dua bangunan workshop di kompleks BLK, yakni workshop rambut dan las. Pembangunan dua gedung itu menelan biaya Rp 800 juta, juga dari APBN.

Satu bangunan yang didanai APBN saat ini kondisinya sudah rusak, terutama bagian atasnya. Deretan atap yang terbuat dari asbes hilang diterpa angin kencang. Akibatnya, jika terjadi hujan air masuk ke dalam bangunan. Hingga kini pun belum ada tanda-tanda diperbaiki.

Adapun bangunan workshop relatif masih bagus. Di dalam bangunan workshop rambut terdapat tumpukan kursi dan meja panjang yang sudah tertata. Di atas meja panjang terdapat kayu yang biasanya dipakai untuk meletakkan lampu penerangan.

Belum Ada Apa-apa

Tatanan meja dan kursi itu sama seperti tempat kerja di pabrik rambut atau plasma. Di mana para pekerja duduk berderet di kursi panjang sambil mengerjakan pemasangan rambut atau bulu mata palsu. Sementara di bangunan workshop las belum ada barang apa pun.

Ketidakterawatan lingkungan BLK itu semakin nyata dengan tumbuhnya rumput liar di seluruh sudut halaman. Bahkan, jalan masuk sebagian sudah tertutup rumput yang semakin meninggi. Hal itu ditambah dengan gelapnya lingkungan ketika malam tiba.

Staf Ahli Bupati, Basuki Rahmat, berharap bangunan untuk tidak dibiarkan rusak atau mangkrak. Bangunan itu mestinya dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, sebab dia yakin saat ini masih banyak warga yang membutuhkan pelatihan kerja yang diadakan pemerintah.

“Dinsosnakertrans bisa bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menghidupkan BLK itu dengan mengadakan pelatihan. Misalnya dengan perusahaan rambut atau lembaga pelatihan dan keterampilan (LPK). Peserta adalah warga yang ingin bekerja di pabrik rambut,” katanya.

Kepala Dinsosnakertrans, Ngudiarto, mengakui bangunan BLK dan workshop mangkrak selama beberapa tahun. “Saya sebenarnya malu dengan kondisi tersebut, karena itu akan memanfaatkan mulai Februari mendatang,” katanya.

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42