Logo kotaperwira.com

DPD Diminta Dukung Pengembangan Bandara Wirasaba

Poppy Dharsono, Anggota Senator DPD Jateng Datang ke Purbalingga

PURBALINGGA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Jateng diminta ikut mendukung pengembangan lapangan udara (Lanud) Wirasaba di Kecamatan Bukateja menjadi bandara komersial. Pengembangan bandara ini diharapkan akan mampu ikut mendongkrak pengembangan wilayah Jawa Tengah bagian Barat – Selatan. Selain pengembangan bandara, pengembangan infrstruktur jalan khususnya di jalur tengah dari Purbalingga – Pemalang juga perlu mendapat perhatian.

Hal tersebut terungkap dalam agenda penyerapan aspirasi anggota senator DPD Jateng Poppy Dharsono dengan Bupati Purbalingga Drs H Heru Sudjatmoko, M,Si besera jajarannya di ruang rapat Bupati Gedung A Setda, Senin (9/4).

Kunjungan Anggota Senator DPD, Poppy Dharsono ke Purbalingga

Kunjungan Anggota Senator DPD, Poppy Dharsono ke Purbalingga

Bupati Heru megemukakan, keberadaan bandara udara Wirasaba di Desa Wirasaba, Kecamatan Bukateja, sudah menjadi kebutuhan bersama. Kabupaten/kota di Jateng bagian barat mendukung pengembangan bandara perintis ini menjadi bandara komersial.

“Ketika pertemuan 12 kabupaten/kota wilayah Jateng bagian barat, kita sudah sepakat untuk mengembangkan bandara Wirasaba, guna menunjang perkembangan ekonomi dan pariwisata,” kata Bupati Heru.

Menurut Heru, pengembangan landasan pacu di bandara Wirasaba masih sangat memungkinkan, jika dibanding perpanjangan landasan bandara Tunggul Wulung. Landasan pacu Wirasaba saat ini hanya sekitar 850 meter, jika harus dikembangkan menjadi 2.500 meter, lahannya masih sangat memungkinkan. Untuk pengembangan landasan pacu paling tidak membutuhkan lahan dari tiga desa yakni, desa Wirasaba, Kedunglegok, dan Kemangkon.

Sebagai persiapan pembangunan bandara Wirasaba, Heru mengatakan, Pemkab Purbalingga dan Banyumas sudah mulai membangun prasarana pendukung berupa jembatan yang menghubungkan Sokaraja (Banyumas) dengan Kedungbenda (Purbalingga). Pembangunan jembatan yang diberi nama Linggamas ini akan mulai tahun 2012 ini. “Jika selesai, maka jarak tempuh dari Purwokerto menuju Wirasaba hanya sekitar 14 kilometer. Kalau sekarang harus memutar melewati kota Purbalingga hingga kemudian ke Wirasaba yang berjarak sekitar 30 kilometer,” katanya.

Dibagian lain Bupati Heru mengemukakan, infrastruktur jalan yang menghubungkan wilayah jalur Selatan dengan jalur Pantura melalui Purbalingga perlu peningkatan dan pembenahan. Pemerintah Provinsi Jateng memang pada tahun ini akan meningkatkan jalur Purbalingga hingga Belik Pemalang. Jika memungkinkan DPD ikut mendukung aspirasi untuk menyampaikan kepada pemerintah pusat guna peningkatan selanjutnya. “Jalur ini merupakan jalur alternatif ketika jalur Purwokerto–Brebes mengalami longsor. Lalu lintas kendaraan berat dialihkan melalui Pemalang dan selanjutnya melewati Purbalingga hingga ke Purwokerto,” kata Heru.

Sementara itu Asisten Pemerintahan Kodadiyanto, SH, MM yang memandu acara tersebut mengatakan, potensi yang mendukung perlunya bandara Wirasaba menjadi bandara komersial adalah melihat posisi yang strategis dari sejumlah kabupaten tetangga. Posisi strategis karena mudah dijangkau dan jarak yang tidak terlalu jauh dengan kabupaten sekitar antara lain Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen, Cilacap serta Pemalang. Sedang dari sudut penerbangan sangat bagus karena tidak terjadi offcycle dimana jauh dari bukit maupun gunung.

“Ijin prinsip pemanfaatan Pangkalan Udara Wirasaba menjadi Lapangan Udara Sipil telah dikeluarkan oleh Mabes TNI AU pada tahun 2007,” kata Kodadiyanto sebari menambahkan, pangkalan Udara Wirasaba berdiri sejak jaman Belanda dan memiliki luas ± 115 Ha.

Poppy Dharsono mengatakan, pihaknya akan mencoba menjembatani pengembangan bandara Wirasaba menjadi bandara komersial guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Jateng bagian Barat. “Kami akan bahas secara khusus, dan akan kami undang pihak-pihak yang terkait,” janji Poppy Dharsono.

Menurut Poppy, jika bandara Wirasaba bisa dikembangkan maka akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi khususnya di Purbalingga. “Wilayah Purbalingga saya nilai sangat potensi untuk iklim investasi. Apalagi saat ini sudah ada 22 Penanaman Modal Asing (PMA) yang berinvestasi di Purbalingga khususnya industri rambut,” kata Poppy Dharsono.

Tags: , , ,
Fatal error: Call to undefined function stt_terms_list() in /home/kotaacom/public_html/wp-content/themes/purbalingga/single-default.php on line 42